logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Tim SIOLA Lolos Seleksi KRI Nasional 2021

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia telah mengumumkan hasil seleksi tahap Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2021 melalui edaran resmi bernomor 0920/J3/KM.02.03/2021. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meloloskan satu tim terbaiknya yang beranggotakan tujuh mahasiswa. Mereka adalah Mochammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik Elektro dan enam mahasiswa Fakultas Vokasi: Fuat Fuji Santoso, Nugroho Dwi Fandrinanta, Muhammad Nasrullah, Joel Hari Kristian, Andini Choirunisa dan Rizky Pratama. Tergabung dalam Tim SIOLA, mereka lolos dalam kategori Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) di bawah bimbingan Dimas Aditya Putra Wardhana, S.ST., M.Tr.T.

Ketua Tim SIOLA-Muhammad Choyrul Anam mengaku senang bisa melewati Seleksi Tahap I KRAI dengan baik, “Alhamdulillah bersyukur bisa lolos.” Sebelumnya, Tim SIOLA lolos ke babak final KRI 2020. “Tahun lalu ikut kategori Kontes Robot Tematik Indonesia, sedangkan tahun ini kan KRAI. Jadi berbeda konsep robot dan temanya,” tutur mahasiswa yang akrab disapa Anam saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu, (16/6). Dia menyebutkan bahwa KRI rutin digelar oleh Kemendikbudristek RI dengan serangkaian seleksi, “Ada 4 tahap: mulai proposal, seleksi progress, seleksi regional hingga nasional.”

Dengan kelolosan timnya pada Tahap I KRI 2021, Anam dan tim tengah bersiap untuk menghadapi Seleksi Progres KRAI pada 8-11 Juli mendatang. “Jadi dinilai sudah sampai mana progres dan pembuatannya. Untuk desain robotnya belum bisa dipublikasikan sampai nanti di tahap regional,” tuturnya. Anak panah, sebut Anam, menjadi properti penentu dalam tema KRAI yang diikuti, “Robot yang dikompetisikan harus dirancang supaya bisa bertugas mengambil anak panah dan melemparnya agar masuk ke dalam tong.” Meski rangkaian kontes digelar secara daring, namun persiapan yang dilakukan Tim SIOLA matang dan kreatif.

Anam mengaku bersyukur atas dukungan Untag Surabaya pada timnya, “Dukungan seperti melengkapi dokumen berupa Surat dari Rektor, itu benar-benar gak ribet, anggaran juga bantu. Dosen pembimbing juga sangat penting untuk memberi masukan.” Mahasiswa semester 6 ini pun optimis bisa lolos hingga tahap nasional, “Optimis lolos, tapi yang terdekat harus ke regional dulu bulan Agustus, seleksinya tanggal 23-26 Agustus.” Pada final KRI September mendatang dia berharap bisa mengulang kejayaan tahun sebelumnya, “Semoga bisa lolos ke nasional lagi dan kali ini bisa menang.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT