logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Mahasiswa Untag Surabaya Raih Juara Favorit Tingkat Internasional

Universitas 17 Agutus 1945 (Untag) Surabaya berbangga, mahasiswa Untag Surabaya mengikuti kompetisi wirausaha International Business Idea Youthpreneur in Action 2021 dengan tema “Connecting Entrepreneurial Student Society, Impactful Opportunities”(23/6). Tim yang terbentuk dari lintas prodi ini bernama Kitchen Partner yang diketuai oleh Satrio Ifandrijanto Putra Jaya (Fakultas Psikologi), yang beranggotakan Rianti Novitasari (Prodi Administrasi Bisnis) dan Jessica Angelina Gatur (Prodi Teknik Informatika) berhasil meraih Most Favorite Team.

Kompetisi wirausaha rutinan pada tiap tahun dengan tingkat internasional ini digelar oleh Universitas Podomoro dengan melibatkan peserta mahasiswa wirausaha dari berbagai negara. Kamis, (23/7), Satrio Ifandrijanto Putra Jaya saat dihubungi melalui telepon seluler ini mengaku bersyukur karena telah menyisihkan 50 peserta asal Indonesia, Filipina, India hingga Brazil. “Tentunya sangat bahagia karena setelah mengalami banyak kegagalan akhirnya bisa menjadi salah satu juara,” terang Satrio.

Mempersiapkan kompetisi tersebut, Kitchen Partner membutuhkan enam bulan hingga tahap final, “Tahapan yang dilalui ada seleksi berkas lalu ronde kedua dan diakhiri dengan final.” Bukan suatu hal yang mudah untuk mewujudkan impian, tantangan yang dihadapi seperti harus membangun kepercayaan pada calon konsumen juga merchant UMKM, “hal yang wajar, karena setiap produk atau jasa yang baru belum sama sekali dikenal. Membangun kepercayaan juga adalah bagian dari kemajuan sebuah usaha.” Meski demikian, timnya sukses meyakinkan dewan juri karena menggunakan metode growth hacking strategy. “Dengan metode ini, dalam pemasaran bisa menjangkau banyak audiens tanpa harus mengeluarkan modal yang besar,” sebutnya.

Platform dengan Cloud Kitchen ini sudah menggeluti dunia wirasusaha ini sejak dari 1 Januari 2021. Bukan kali pertama Kitchen Partner mengikuti kompetisi wirausaha, sebelumnya kitchen Partner lolos 25 besar Program Kemitraan LPDB KUMKM yang dilaksanakan oleh Unair dan berbagai kopetisi lainnya. Kitchen Partner yang mulai resmi beroperasi dari 20 Mei 2021 ini pernah mengikuti Startup Incubator Unair namun terhenti sebagai 25 besar. Meski demikian, dia dan tim pantang menyerah untuk berkreasi di bawah bimbingan Anang Pramono, S.Kom., MM sebagai dosen pendamping. Mahasiswa yang diakrab disapa Ifan ini menuturkan bahwa Kitchen Partner diusung dengan konsep cloud kitchen terutama untuk UMKM. Menurut lelaki semester lima ini, Kitchen Partner hadir secara virtual dan mampu membantu efisiensi bagi UMKM. Secara teknis dalam mengelola manajemen, ifan optimis akan mendapatkan kepercayaan baik dari masyarakat maupun UMKM yang akan bergabung, karena cost yang dikeluarkan sangat minim. “Secara teknis, kami menyediakan suatu ruangan dapur yang terisi sejumlah brand, brand yang bergabung ini menyediakan masakan siap saji atau sejenisnya yang nantinya akan kami mengolah siap makan untuk pelanggan,” jelas ifan saat ditanya mengenai teknis dari usahanya ini. Saat ini brand yang masih terdaftar aktif seperti Rice bites, akoshi, rose coldness, cak dnd, tinggal masak Indonesia, dan arya food.

Ke depan, Ifan dan tim akan terus mengikuti kompetisi serupa seperti Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia 2021. Keseriusan mereka dalam menggarap Kitchen Partner terbukti dengan upaya pendirian badan usaha. “Setelah Perseroan Terbatas terbentuk, kami akan memulai untuk ekspansi bisnis Cloud Kitchen ini lebih luas,” tutur Ifan. Dia berharap, “Semoga bisnis kami bisa semakin berkembang hingga bisa initial public offering (IPO) serta menjuarai berbagai kompetisi bisnis dan startup baik nasional ataupun internasional.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT