logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Ketua YPTA Surabaya Bahas Pentingnya Jiwa Patriotik dalam Webinar IMP

Dikenal sebagai Kampus Nasionalis, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya memupuk jiwa patriotik pada seluruh civitas akademikanya. Jiwa patriotik sendiri merupakan suatu tindakan penting dalam mengembangkan cinta dan komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan hanya tentang mengingatkan akan sejarah dan nilai-nilai nasional, tetapi juga tentang memotivasi individu untuk terus memberikan kontriubusi positif terhadap Indonesia.

Seperti yang dipaparkan Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya – J. Subekti, SH., MM saat menjadi narasumber dalam Webinar Jagongan Online Bersama Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP) yang bertajuk “Memupuk Kembali Jiwa Patriotik”, Senin, (9/10).

Menurut akademisi yang kerap disapa Bekti ini, jika bicara mengenai Patriotik, Patriot dan Patriotisme, seolah-olah kita sedang mempertanyakan sebenarnya apa yang terjadi pada Indonesia. “Terkadang kita skeptis ketika melihat akhir-akhir ini banyak sekali kejadian yang dapat menggerus jiwa patriotisme di Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut lagi dirinya memaparkan, di era sekarang banyak sekali generasi muda yang hebat, namun di celah kehebatannya ada beberapa yang mulai kehilangan jiwa patriotiknya. “Agar tidak semakin berlarut-larut dan menghambat tegaknya NKRI, jiwa patriotik harus kita suburkan di kalangan anak muda, bisa dimulai dari melihat posisi ideologi nasional kita di masyarakat seperti apa,” terangnya.

Bekti melihat survey yang dilakukan Litbang Kompas, masyarakat Indonesia yang setuju bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa mencapai 82,6%. “Artinya masih ada 17,4% yang tidak setuju dan ingin menggantikan Pancasila dengan isme dari barat atau timur,” tuturnya. Menurut Bekti, hal ini cukup mengkhawatirkan. Karena kesetiaan akan kedudukan Pancasila yang menurun juga sangat berdampak pada jiwa patriotisme masyarakat Indonesia.

“Tidak ada identitas jelas yang bisa kita lihat atau pelajari jika hanya berdialog. Saat ini di indonesia ada sekitar 1,7 juta masyarakat yang dapat dikatakan patriot, yakni mereka yang aktif sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena pada saat negara sedang dalam keadaan genting atau diancam dunia luar, mereka siap berkorban jiwa raga untuk membela bangsa dan negara,” tambahnya.

Menutup pemaparan materinya, Bekti berharap khususnya pada para pendidik untuk dapat menabur benih-benih patriotisme pada anak didiknya, karena dengan kekuatan yang begitu minim kita tidak akan bisa mengatasi adanya degradasi jiwa nasionalisme dan patriotisme yang ada di Indonesia. “Mari taburkan benih-benih patriotime yang ada di tangan kita untuk membangun anak-anak yang berjiwa patriotik, agar benih bisa tumbuh subur, berkembang dan berakar kuat di bumi Nusantara Indonesia yang ber-Pancasila, yang berkonstitusi Undang-Undang Dasar 1945, yang berbentuk NKRI, yang kita sepakat terikat di satu seloka Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya. (oy/dnd)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?