Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Workshop Lingkungan, Wujud Komitmen Eco Campus

Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agsutus (UNTAG) Surabaya menggelar workshop pada Rabu, (16/10). Bertempat di Ruang Seminar Utama Gedung Q lantai 2, workshop bertema Kesadaran Lingkungan dan Hidroponik ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 3-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. yang didampingi oleh Kepala BKUI-Wiwin Widiasih, ST., MT. “UNTAG Surabaya berperan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan mengingat gelar Eco Campus yang telah diraih. Perlu partisipasi dari sivitas akademika agar menjadi kampus berwawasan lingkungan, sehingga dapat berkontribusi pada iklim negara maupun secara global,” kata Muaffaq.

Pelaksanaan workshop ini merupakan kerjasama dengan EQWIP HUBs, sebuah organisasi nirlaba asal Kanada. Hub Coordinator EQWIP HUBs Canada-Patricia T. Sibarani menuturkan, “Kami berkegiatan di bidang gender dan lingkungan. Terkait hidroponik ini, kami sudah lama ingin mengadakan workshop karena kami memiliki alatnya di kantor. Kami berharap akhir dari kerjasama ini bisa bermanfaat di UNTAG Surabaya. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi dalam hal pemeliharaan lingkungan. Dimulai dari hidroponik, semoga ada upaya lainnya untuk menjaga lingkungan.”

Workshop ini menghadirkan 2 penasihat lingkungan hidup dari EQWIP HUBs Canada, yakni Anisa Maruschak dan Ali Greenslade. Anisa mengatakan bahwa naiknya gas rumah kaca berdampak pada perubahan iklim yang terjadi secara berkala dalam suatu periode waktu. “Gas rumah kaca ini sebenarnya terjadi secara alami. Hanya saja ada aktivitas manusia yang menambah gas rumah kaca contohnya pembakaran fosil, pertumbuhan manusia, kebakaran hutan yang menghasilkan karbon dioksida,” terangnya.

Ali yang mendampingi Anisa memaparkan, “Salah satu dampak yang paling terasa dari perubahan iklim yang diakibatkan oleh meningkatnya karbon dioksida adalah gangguan pernapasan.” Dia pun memberikan tips untuk mengurangi perubahan iklim, “Semua bisa dimulai dari hal sederhana, misalnya makan makanan nabati dan mengurangi konsumsi daging. Kita juga menghabiskan porsi makanan agar mengurangi limbah. Menjalankan program KB juga menjadi solusi. Terkait energi kita harus mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan dan menggunakan alat transportasi sewajarnya.”

Adapun Ketua Pelaksana Eco Campus UNTAG Surabaya-Ir. Bantot Sutriono, M.Sc. mengaku bahwa UNTAG Surabaya berperan aktif  sebagai kampus berwawasan lingkungan. “Eco Campus bukan tanggung jawab pengurus yayasan saja tetapi juga seluruh sivitas akademika. Secara mandiri kita meningkatkan kesadaran lingkungan. Seluruh energi listrik di untag menggunakan LED. Kami juga memilah sampah secara terpadu meski belujm diolah. Energi listrik juga menggunakan solar cell, yakni inovasi dengan tenaga surya,” jelas Bantot. Workshop ditutup dengan pemaparan dan praktek penggunaan hidroponik oleh Aditya Rizkiardi, ST, MT. (Um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda