Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Webinar Kolokium DIE FEB Untag Surabaya dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia

Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya menyelenggarakan Kolokium #1 bertajuk “Training Publikasi Jurnal Internasional Scopus” dan #2 bertajuk “ Academic Writing Tools”. Kegiatan Webinar ini dibuka oleh Dekan FEB Untag Surabaya, Dr Slamet Riyadi, MM. Narasumber pada kolokium yang terlaksana pada Jumat (17/7) malam itu, terdapat Prof. Madya. Ir. Ts. Dr. Al Emran bin Ismail dari University Tun Hussein Onn, Malaysia yang akan menjelaskan mengenai penelitian atau riset pada tahap awal harus ditulis dalam bentuk short communication. Narasumber kedua, Direktur DSI YPTA Surabaya, Supangat M.Kom., I.T.I.L., C.O.B.I.T yang menjelaskan mengenai struktur penulisan yang formal, sistematis, dan menggunakan Bahasa ilmiah. Kolokium ini terselenggara di platform telekomunikasi dan juga disiarkan secara langsung di kanal Youtube.

. Ketua program studi DIE yang juga menjadi moderator kolokium, Prof. Dr. Hj. Tri Ratnawati, M.S., Ak., CA., CPA., menyebutkan bahwa kolokium ini merupakan kolokium series yang dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya. Seluruh mahasiswa DIE Untag Surabaya menjadi peserta kolokium. Prof Tri berharap setelah mendapatkan materi, mahasiswa DIE Untag Surabaya mampu menerbitkan jurnal yang terindeks SCOPUS. “Sudah bisa dimulai dengan menulis mini riset agar bisa publikasi di jurnal SCOPUS,” terang Guru Besar Untag Surabaya itu.

Dalam pemaparannya, Prof. Emran menyebutkan ada 4 jenis paper atau artikel penelitian yang bisa dipublikasikan, yakni short communication paper, review paper, research element paper dan full article. Sesuai namanya, short communication paper adalah artikel penelitian pendek dengan jumlah kata tidak lebih dari 2500 kata. Selain itu, pada jenis artikel penelitian ini hanya berisi abstrak, isi, acknowledgment, dan referensi. Dalam isi atau main body, hanya berisi keseluruhan pembahasan tanpa adanya sub sesi. “Jika melakukan penelitian atau riset dan masih pada tahap awal namun harus segera dipublikasikan, bisa ditulis dalam bentuk short communication,” urai Prof. Emran.

Sementara pada review paper, peneliti mengumpulkan semua data atau karya ilmiah yang telah dipublikasi. Wakil dekan Fakulti Kejuruteraan Mekanikan dan Pembuatan UTHM itu mencontohkan, apabila peneliti berkeinginan mencari riset dengan topik marketing di wilayah Asia, peneliti hanya mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan topik. Setelah itu peneliti baru bisa mendiskusikan dan mencari permasalahan riset yang berlaku pada suatu waktu. “Dalam review paper tidak ada hasil. Review paper seperti literatur review pada tesis,” terangnya.

Ada berbagai macam versi pengukuran faktor dampak jurnal: Index, Impact Factor, CiteScore dan H-Index. Faktor dampak jurnal adalah ukuran frekuensi rata-rata artikel dalam jurnal telah dikutip pada tahun tertentu. Hal ini digunakan untuk mengukur tingkat kepentingan atau peringkat jurnal dengan menghitung berapa kali artikel itu dikutip. Perhitungan didasarkan pada periode dua tahun dan melibatkan pembagian berapa kali artikel dikutip oleh jumlah artikel yang dapat dicantumkan. Ini menjadi penting bagi sebuah universitas mengingat jurnal internasional yang telah terindeks SCOPUS menjadi tolak ukur sebuah Perguruan Tinggi bisa masuk pemeringkatan, misalnya QS World Ranking, The World University Rankings, dan Academic Ranking of World Universities. Prof. Emran menambahkan, “indexing penting untuk universitas, utamanya sitasi.”

Dalam menulis jurnal, Prof. Emran menjelaskan, judul penelitian diusahakan menghindari abreviasi serta hanya dalam satu frasa. Selain itu penggunaan grammar yang baik, kapitalisasi yang baik, relevan dengan subjek dengan limit 8-15 kata menjadi poin penting lainnya. Keyword atau kata kunci juga memiliki peran yang cukup penting agar jurnal mudah ditemukan. “Harus menggunakan keyword yang sesuai dengan melihat judul dan konten, serta maksimum 5 kata kunci,” jelas Porf. Emran. Hal ini sebagai upaya agar cakupan publikasi dari jurnal cukup luas dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. (ua/rz)

Login dengan Username dan password Siakad Anda