Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Webinar Internasional Menulis Kreatif dalam Metode Pembelajaran Daring

Program studi Sastra Inggris Untag Surabaya menggelar webinar internasional bertajuk “Menulis Kreatif dalam Metode Pembelajaran Daring”, Kamis (18/6). Dalam webinar ini, prodi Sastra Inggris menggandeng 5 narasumber dari 5 universitas berbeda, yaitu Niki Raga Tantri, M.Pd (Hebei Foreign Studies University, China), Dr. Novalita F. Tungka (Universitas Sintuwu Maroso, Poso), Natalia Christiani, M.Pd (Universitas Ciputra, Surabaya), Dr. John Charles Ryan (Southern Cross University, Australia) dan A.A.I. Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom (Untag Surabaya). Pemateri pada webinar ini merupakan para praktisi, peneliti, penulis dan akademisi yang berkecimpung pada tulisan serta proses menulis kreatif.

Saat ini, menulis kreatif menjadi topik yang banyak didiskusikan di bidang akademik, publikasi dan kesusastraan. Menjadi narasumber pertama, A.A.I. Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom menjelaskan, untuk memudahkan munculnya ide dalam menulis kreatif, utamanya cerita pendek, cara yang terbaik adalah dengan melakukan riset. Dalam hal ini, dosen yang juga Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Untag Surabaya itu menyebutkan melakukan riset perpustakaan maupun etnografi menjadi salah satu cara untuk menemukan setting cerita. Selain itu, melangsungkan survei, observasi hingga analisis konten menjadi cara lainnya untuk menggali ide cerita. “Dengan melakukan riset mendalam, akan memungkinkan kita mendapat banyak ide cerita daripada kita menunggu, berkontemplasi dan membuat alasan writer’s block,” jelasnya.

Sementara itu, Natalia Christiani, M.Pd mengatakan ada 3 langkah yang bisa dilakukan untuk memudahkan menulis kreatif bagi siswa: dig (menggali ide), explore (eksplorasi) dan produce (produksi). Saat menggali ide, brainstorming menjadi hal yang penting. “Menulislah, lakukan brainstorming. Jangan berhenti. Menulislah apapun yang kau pikirkan tentang topik yang diberikan,” jelas Natalia. Dalam hal ini ia mencontohkan metode mind mapping mampu mempermudah pencarian ide. Setelah itu, lakukan eksplorasi dengan mencari 3 frase yang memiliki kesamaan topik atau ide. Dalam fase produce, penulis sudah bisa menemukan outline draft yang berisi start, content dan finish.

Adanya modernisasi dalam menulis kreatif, Dr. Novalita F. Tungka menyebutkan ada banyak website hingga aplikasi untuk membantu proses menulis hingga mempercantik tulisan. “Kita saat ini beruntung karena internet menyediakan banyak sekali aplikasi maupun perangkat online yang memudahkan proses menulis kita,” paparnya. Question Diary, HaikuJAM dan Story Plotter merupakan beberapa perangkat yang membantu penulis mencari ide, mengembangkan cerita dan karakter hingga menyediakan template. Novalita melanjutkan, “untuk penulis pemula, permasalahan grammar itu tidak begitu bermasalah, karena yang terpenting adalah membangun rasa percaya diri. Kalau sudah percaya diri untuk mempublikasikan karya, baru kita cek grammar, gaya bahasa juga diksinya.”

Menjadi narasumber keempat, Niki Raga Tantri, M.Pd membagikan pengalamannya mengajar secara daring di Hebei Foreign Studies University (HFSU), China. Penulisan esai di HFSU diajarkan dalam metode discourse teaching yang mendukung prinsip-prinsip komunikasi, budaya dan kognitif. “Tidak ada ruang kelas konvensional dalam pengajaran online. Jika kita ingin mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran online ini, pikiran kita harus beralih dari pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran daring,” paparnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dr. John Charles Ryan. Menurutnya, perlu adanya Adaptation (penyesuaian), Creativity (kreativitas) dan Innovation (inovasi) agar pembelajaran dapat terpenuhi. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda