Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

UNTAG Surabaya Tutup 2019 dengan Kedamaian

Menutup tahun 2019, Selasa, (31/12) Brahma Kumaris menggandeng Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam Seminar Umum. Bertempat di Gedung Q lantai 10, ‘Being Peaceful in A Noisy World’ menjadi tema yang diusung dalam seminar. Brahma Kumaris sendiri merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang studi spiritualitas. Budayawan-Nunik Silalahi, SS, M.Pd. mengatakan, “Yayasan ini tersebar di beberapa negara. Di Malaysia sendiri ada 50 center, sedangkan di Indonesia sendiri ada 10 center dan salah satunya di Surabaya.”

Seminar menghadirkan Letchumanan Ramatha selaku President cum National Coordinator of the Brahma Kumaris Malaysia. Senada dengan tema, dia memaparkan, “Dunia bising berarti banyak hal, salah satunya mungkin tempat anda bekerja. Atau di tempat kerja anda orang sedikit tapi terus menerus berbicara. Atau dunia yang vokal pada HAM sehingga suka menyatakan perasaan dan menuju ke.” Menurutnya salah satu penyebab dunia menjadi bising adalah perbedaan pendapat, “Kita hidup di dunia yang kacau. Banyak pendapat yang dan terjadi pertengkaran di antaranya. Lingkungan bising bisa membuat orang tidak bahagia. Alam mengalami kehancuran. Kualitas kehidupan di dunia menurun, sehingga lambat laun kita bisa melihat sifat manusia.”

Pria asal Malaysia ini mengatakan, “Kita sering tidak mampu mengendalikan diri sendiri tetapi justru ingin mengendalikan orang. Kita punya sifat mengendalikan orang. Orang banyak memaksakan cara pandang. Anak tidak mau mendengarkan orang tua karena merasa punya HAM dan cara sendiri. Begitu banyak pengaruh media dalam kehidupan sekarang.” Marah dan melemparkan kesalahan pada orang lain, kata Letchumanan masih menjadi permasalahan, “Jika ada kesalahan kita harus berbicara dengan manis. Bukankah lebih baik kita berbicara empat mata dan menanyakan masalah dibanding, marah di ruang publik. Seorang yang damai mampu mengendalikan diri, bukan orang yang suka menuntut ini itu.”

Lebih lanjut Letchumanan menuturkan, “Bagaimana bisa damai di lingkungan negatif? Semua masalah asalnya dari pikiran, pikiran muncul dari karakter kita. Penyakit apa pun yang diidap bisa disembuhkan karena kita memiliki imunitas. Pikiran dan batin juga memiliki daya imunitas.” Diungkapkan oleh Letchumanan, masalah utama sebenarnya berasal dari dalam diri kita, “Kita tidak bisa meminta tolong pada orang, kita sendirilah yang bisa menolong diri sendiri. Dalam setiap situasi dengan ketentraman yang mendalam dan menyeluruh tentu akan damai.” (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda