logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

Untag Surabaya Tuan Rumah Sosialisasi Izin Belajar Mahasiswa Asing

Dunia pendidikan yang semakin dinamis telah banyak menghapus batas negara. Pertukaran mahasiswa semakin digencarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Menjawab tuntutan tersebut, Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 (BKUI Untag) Surabaya menggandeng Kantor Urusan Internasional Universitas Hang Tuah dalam webinar ‘Sosialisasi Kebijakan dan Pengelolaan Izin Belajar Mahasiswa Asing’. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid pada Jumat, (26/3) ini bertempat di Gedung Q210 Graha Prof. Roeslan Abdulghani Untag Surabaya.

Motto ‘An Empowering and Networking University’ menjadikan Untag Surabaya terus menjalin kerjasama dengan instansi dalam dan luar negeri. Terbukti, saat ini telah membuka Kelas Internasional pada empat prodi. Demikian yang disampaikan oleh Rektor Untag Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho M.M., CMA, CPA dalam sambutannya. “Kami sudah punya banyak mahasiswa asing, namun harus terus menambah lagi. Untuk itu, Untag Surabaya mengedepankan sinergi dalam hal izin belajar mereka,” kata Nugroho.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Hang Tuah-Prof. Dr. Ir. Supartono, M.M., CiQaR. Menurutnya keberadaan mahasiswa asing di perguruan tinggi Indonesia merupakan jawaban atas tuntutan persaingan global dalam menyongsong world class university. Namun, Prof. Supartono menyayangkan upaya yang dilakukan belum tercapai secara keseluruhan baik teknis maupun non teknis. “Saat ini penerbitan izin belajar bagi mahasiswa asing itu masalah kendala,” sebutnya.

Sekretaris Kantor Urusan Internasional Universitas Hang Tuah-Febrina Hambalah, S.IP., MA tampil sebagai moderator. Pemateri pertama adalah PIC Izin Belajar Mahasiswa Asing Dirjen Dikti-Putri Nailatul Umma. “Pengajuan izin belajar mahasiswa asing sudah dapat dilakukan secara daring dengan melampirkan berkas yang diwajibkan.” urainya. Selama masa pandemi Covid-19, lanjut Putri, “Permohonan izin belajar dapat diterima saat masa berada di negara asal atau off shore.”

Pengurusan izin belajar yang membutuhkan proses Panjang turut melibatkan peranan Badan Intelijen Negara dan Polisi Republik Indonesia. Pampa yang mewakili BIN meminta agar pihak perguruan tinggi penerima mahasiswa asing dapat mengawasi mereka, “pengawasan mahasiswa asing dilakukan oleh kementrian/ lembaga juga universitas. Tidak hanya aktivitas di dalam kampus, tapi juga di luar kampus.”

Adapun Sodikin Dwi Rustanto dari Badan Intelijen dan Keamanan Polri menegaskan pentingnya sinkronisasi berkas, “kesulitan bukan hanya dari sisi akademik atau aplikasi izin belajar, namun ada kewajiban administrasi yang harus sinkron.” Pada kesempatan yang sama Staf Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud RI-Dwiky Dwicahyo mensosialisasikan Beasiswa Darmasiswa besutan Kemendikbud dan Kemlu RI, “Program ini diberikan pada mahasiswa asing asal negara yang memiliki hubungan dengan Indonesia. Merupakan program non degree selama 10-12 bulan.” (um)



PDF WORD PPT TXT