Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Untag Surabaya Tuan Rumah Konsorsium Untag se-Indonesia

Selasa (10/11), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Paper bertema 'Sinergi Perguruan Tinggi dalam Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Mandiri Berdasarkan pada Potensi Lokal dan Semangat Kegotong-royongan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru'. Kegiatan yang terlaksana secara daring ini diinisiasi atas Kerjasama Konsorsium Untag se-Indonesia yang terdiri dari Untag Surabaya, Untag Banyuwangi, Untag Semarang, Untag Jakarta, Untag Cirebon dan Untag Samarinda. Ketua Pelaksana Seminar Nasional-Dr. Tri Pramesti, M.S., mengatakan, "Kerjasama ini berisi pengabdian masyarakat dan penelitian bersama, namun kali ini lebih fokus kegiatan Seminar." 

Seminar Nasional ini dibuka oleh Rektor Untag Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA. yang juga merupakan Ketua dari Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia hadir untuk membuka kegiatan. Dalam sambutannya Nugroho mengajak Konsorsium Untag se-Indonesia untuk bersinergi dan bergotong royong membangkitkan nasionalisme, "Pengabdian masyarakat harus dilakukan dengan sinergi, utamanya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi."

Kegiatan Seminar Nasional yang merupakan agenda tahunan Konsorsium Untag Indonesia ini menghadirkan Pengurus Yayasan 17 Agustus 1945 Surabaya-Subekti, SH., MM. sebagai keynote speaker, "Mari bersama mencerdaskan kehidupan bangsa supaya Indonesia bebas dari kebodohan dan kemiskinan, yaitu melalui penelitian dan pengabdian masyarakat berwawasan kebangsaan." Di era normal baru, menurutnya protokol teknis kesehatan perlu diperhatikan.

Tema kegiatan berfokus pada prioritas riset nasional oleh Direktorat Riset dan DRPM. Drs.Samsul Widodo, MA yang tampil dengan materi ' Membangun Desa untuk Kemajuan Bangsa' memaparkan bahwa dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan efisiensi pengelolaan. "Karena itu kami mengharapkan peran Untag Se-Indonesia untuk mendampingi desa mengembangkan komoditas," kata Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementrian Desa dan Transmigrasi ini.

Terkait bidang paten, diharapkan akademisi dapat membiasakan diri dengan paten. Demikian yang disampaikan oleh Direktur Paten, DTLST dan Rahasia Dagang Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham RI-Dra. Dede Mia Yusanti, M.L.S. Adapun di bidang riset, Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti RI-Dr. Muhammad Dimyati berharap seluruh perguruan tinggi dapat meningkatkan publikasi internasional, "Apalagi di era pemulihan pasca pandemi, banyak penelitian yang dilakukan dan mengarah ke inovasi dan berguna bagi masyarakat."

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi call for paper secara daring yang dikuti oleh 252 peserta dengan 95 paper yang tersebar dari berbagai provinsi, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur hingga NTT. Meski dilakukan secara daring, namun peserta dan audiensi sangatlah antusias untuk melakukan komunikasi dua arah. Peserta dibagi dalam breakroom berbeda dengan 7 room bidang penelitian dan 3 room bidang pengabdian masyarakat. Seluruh peserta melakukan parallel session melalui daring dengan maksimum waktu 10 menit penyampaian makalah.

Login dengan Username dan password Siakad Anda