logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Sambut Penjajakan Kolaborasi dengan Universitas Madala Waluya Kendari

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima kunjungan dari Universitas Mandala Waluya(UMW) Kendari. UMW yang dahulunya STIKES Mandala Waluya Kendari Sulawesi Tenggara ini resmi menjadi Universitas pada tahun 2020 silam, sebagai upaya penjajakan kolaborasi dalam membangun sinergitas antar kedua Universitas. Kunjungan ini, UMW bermaksud untuk membahas berbagai potensi bidang kerja sama dan pengembangan akademik bersama Untag Surabaya, (6/6).

Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya – J.Subekti, M.M. dan Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. juga didampingi oleh pejabat struktural, Bendahara YPTA – Dr. Ontot Murwato S., MM., Ak., CMA., CA.,CPA., Wakil Rektor II – Dr. Abdul Halik, M.M., dan Kepala Badan Kerja sama – Dr. Tri Pramesti, M.S. ini menyambut langsung kehadiran Pimpinan Universitas Mandala Waluya di Meeting Room Lt.4, Gedung Yayasan dan Rektor Untag Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut, Tasman, SKM, M.Kes. hadir sebagai delegasi pimpinan Badan Pengurus Yayasan Mandala Waluya. Turut serta dalam rombongan, ketua senat Universitas Mandala Waluya – Dr. Timbul Supodo, SKM, M.Kes. dan Rektor Universitas Mandala Waluya – Dr. Ratna Umi Nurilla, S.Si., M.Sc.

J.Subekti, M.M menyambut baik kunjungan ini dan memberikan penjelasan singkat mengenai Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Untag Surabaya. “Kami menganut sistem miskin struktur kaya fungsi, dengan sistem ini kita bisa dengan cepat menentukan arah kebijakan. Dan satu semangat yang selalu kita bawa dalam mengembangkan seluruh satuan pendidikan YPTA Surabaya yaitu one team, one commitment, one goal,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untag Surabaya mengajak untuk saling belajar, saling bermanfaat dalam bidang akademik maupun nonakademik. “Selamat datang di kampus merah putih, Untag Surabaya. Mudah-mudahan silaturahmi hari ini bisa bermanfaat, sehingga bisa berkolaborasi membangun sinergi antar Universitas dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Prof Nug, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ratna mengatakan UMW saat ini memiliki 3 fakultas namun UMW juga telah meluluskan hampir 10ribu lulusan yang terhitung mulai dari 2006 pada saat masih sekolah tinggi (STIKES). Ia mengaku perjalanan masih jauh dan masih harus banyak belajar dengan Untag Surabaya dan berharap untuk bisa segera merealisasikan Memorandum of Understanding (MOU) Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Untag Surabaya. “Banyak hal yang harus kami kembangkan, dari segi akademik, SDM dan kemahasiswaan. Tentunya dalam pelaksanaan ini kami berharap ada titik temu untuk melakukan MoU Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga memudahkan kami dalam berkolaborasi baik bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya untuk pengembangan universitas Madala Waluya dengan Untag Surabaya,” harapnya.

Berlangsungnya diskusi antar kedua Universitas yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I Untag Surabaya ini, Harjo menjelaskan Untag Surabaya memiliki program diantaranya pengembangan akademik yang dilengkapi alat digital dan fasilitas. “Kami memiliki program subsidi bagi dosen yang melanjutkan program doktor. Selain itu Untag Surabaya juga menyediakan perangkat digitalisasi sebagai alat penunjang pembelajaran secara hybrid seperti smart classroom dan laboratorium inovasi,” ujarnya.

Harjo juga menyebutkan bahwa kerja sama juga bagian penting dalam mengembangkan lembaga pendidikan dan menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Kami memiliki program MBKM yang sudah diikuti lebih dari 400 mahasiswa dan kami juga berkolaborasi dengan mitra salah satunya program relokasi pengungsi Bencana Gunung Semeru,” jelasnya. (am/rz/kr)



PDF WORD PPT TXT