logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Perpanjang MoU dengan SFU Rusia

Kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek RI terus menjadi fokus dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama. Kamis, (30/9), Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. Menandatangani Memorandum of Understanding dengan Southern Federal University, Rusia.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat, Gedung A Lt.1 Untag Surabaya tersebut guna memaksimalkan penerapan MBKM. “Apalagi kita punya kelas internasional. Kalau bisa pertukaran mahasiswa selama satu semester supaya mereka bisa merasakan suasana belajar secara internasional,” kata Prof. Nugroho di sela kegiatan. Dia pun berharap agar implementasi kerja sama dapat mendorong upaya internasionalisasi.

Sebelumnya, Untag Surabaya telah bekerjasama dengan Southern Federal University, Rusia dalam International Conference Physics and Mechanics of New Materials and Their Applications (PHENMA). “Kalau sebelumnya itu MoU ditekankan pada co-host conference. Itu yang melaksanakan konferensi di bidang material maju,” tutur Kepala Badan Kerjasama Untag Surabaya - Dr. Tri Pramesti, MS.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya ini menuturkan, “MoU sebelumnya di tahun 2019 dan masa berlakunya 3 tahun. Harusnya (masa MoU) habis di tahun 2022 namun mereka minta perpanjangan lebih awal.” Lebih lanjut dia menerangkan, “Kerja sama kali ini kami perluas, jadi ada riset bersama di bidang material maju, karena LPPM Untag Surabaya kan ada Pusat Studi Material Maju.” Visiting professor dan visiting scholar juga jadi focus impelentasi.

Tri menyebutkan bahwa implementasi MoU juga menyasar para mahasiswa. “Ada juga pertukaran mahasiswa. Karena lebih banyak berkaitan dengan Teknik, tentu (mahasiswa) Fakultas Teknik, terutama Teknik Mesin dan Teknik Industri. Ada juga kemungkinan ke Teknik Informatika.” Dia menambahkan, “Kami merencanakan untuk mengirim mahasiswa ikut summer course, alasan cuaca tentunya. “(Implementasi MoU) direncanakan tahun depan karena international border baru akan dibuka tahun depan. Harapannya demikian.”

Dia pun berharap, semoga bisa memperluas kerja sama untuk fakultas lainnya, misalnya dalam pengabdian masyarakat seperti KKN internasional. Tak hanya dengan Southern Federal University, Rusia, kerja sama lainnya turut dijalin. “Yang sedang berlangsung, riset kolaborasi dengan Universiti Malaysia Perlis. Kami juga merencanakan outreach program dengan NGO bernama Ulap.org. rencananya di Desa Minggirsari dan Desa Plunturan yang akan dijadikan kkn internasional,” tutup Tri. (um)



PDF WORD PPT TXT