logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Pacu Kreativitas Mahasiswa melalui PKM

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya dalam meningkatkan prestasi dan kreativitas mahasiswa, salah satunya melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Sebelumnya, Untag Surabaya meloloskan 5 tim dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020 dengan 1 tim sebagai Juara Favorit PKM Bidang Teknologi. Mengawali upaya ini, Biro Kemahasiswaan dan Alumni Untag Surabaya menggelar Workshop Pekan Kreativitas Mahasiswa, Selasa, (23/2). Workshop digelar secara virtual ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan Ketua Program Studi.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni-Eddy Wahyudi, S.H., M.Si. mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendampingi mahasiswa dalam seluruh rangkaian PKM. “Mulai tahap persiapan, seleksi internal fakultas dan universitas, hingga tahap unggah PKM,” sebutnya. Meski masa bimbingan PKM di masa pandemi menghadapi beragam kesulitan, namun tidak menghalangi capaian semangat para mahasiswa. Terbukti, sebanyak 296 Proposal PKM telah terseleksi dari 350 proposal yang terkumpul di tingkat universitas.

Rektor Untag Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA dalam sambutannya mengajak para mahasiswa dan dosen pembimbing untuk bersinergi agar meningkatkan kualitas PKM. Dia pun berharap, workshop yang telah digelar dapat meningkatkan jumlah PKM yang lolos ke tahap PIMNAS, “Dengan sinergi, harapannya yang lolos PKM lebih banyak lagi. Wakil Rektor 3-Dr. Muaffaq A. Jani, M.Eng. yang turut hadir dalam workshop mengatakan bahwa Untag Surabaya turut memberikan apreasiasi pada mahasiswa yang aktif dalam PKM

Tampil sebagai narasumber dalam Workshop PKM, Dr. Med. dr. Indwiani Astuti dengan moderator Kusnan, S.AP., M.KP. sebagai moderator. Wanita yang akrab dipanggil Ani ini merupakan Koordinator PKM 2020-2021 dan telah berkecimpung sebagai reviewer PKM sejak tahun 2005. Dia memaparkan bahwa mahasiswa peserta PKM menjadi lulusan dengan upah dan pekerjaan yang layak, “Ini untuk masa depan, mahasiswa perlu ditempa dan dididik agar bisa menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing di era global.”

Direktur Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbud RI ini juga menyebutkan bahwa PKM merupakan implementasi dari Merdeka Belajar, “Tidak ada batasan topik, jadi mahasiswa bebas berkreasi.” Meski pandemi COVID-19 banyak menghambat, kata Ani, proses pelaksanaan PKM dapat dilakukan secara blended, yakni dengan menggunakan platform daring untuk diskusi dan implementasi program secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Kepada para peserta dirinya berpesan, “Teruslah belajar dan kreatif. Dalam menyusun PKM, jangan sampai salah kamar dan memilih jenis PKM. Jangan pula sampai ada pengulangan topik, tingkatkan kreativitas.” (um)



PDF WORD PPT TXT