Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

UNTAG Surabaya Menggelar Sarasehan Kebangsaan

Ir. Soekarno sebagai lambang nasionalis merupakan pemersatu bangsa yang merangkul perbedaan dan melahirkan Pancasila. Selasa, (25/6) Unit Mata Kuliah Umum Universitas 17 Agustus 1945 (MKU) Surabaya menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan Bulan Pancasila dan Bulan Bung Karno. Dengan tema "Relevansi Pendidikan Karakter Bangsa Bung Karno Songsong Human Society 5.0 di Indonesia", sarasehan bertempat di Gedung Graha Widya lantai 2 Untag Surabaya.

Turut hadir dalam sarasehan Kebangsaan, Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. Dalam sambutannya  Nugroho mengatakan bahwa ide pendirian UNTAG Surabaya atas inisiasi dari Bung Karno. Sebagai kampus nasionalis sudah selayaknya mengedepankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Bulan Desember lalu, UNTAG Surabaya menjadi ketua Forum UNTAG se-Indonesia, selain itu Untag juga terpilih sebagai ketua Forum Kampus Nasionalis”, papar Nugroho. “UNTAG Surabaya adalah Kampus Bhineka, karenanya dia mengajak seluruh peserta sarasehan untuk menjaga kemajemukan bangsa” lanjutnya.

Tampil sebagai keynote speaker Bendahara Yayasan  Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya-J. Subekti, SH., MM. Ia sangat bangga dengan sarasehan kebangsaan ini, “Tanpa inisiasi di MKU UNTAG Surabaya, peringatan Bulan Bung Karno di Kota Surabaya hanya kesepian. UNTAG Surabaya tetap menyulut api perjuangan Bung Karno". Pada kesempatan yang sama dia mengungkapkan, untuk menghadapi Human Society 5.0 kita harus mempersiapkan diri agar tidak tertinggal. Karena berbasis manusia, maka harus disiapkan sistem yang terkoneksi pada ruang maya dan fisik. Kita sudah melihat realita bagaimana pendekatan pada ruang fisik dalam alat canggih. Perekonomian maju, teknologi maju. Ada ruang kosong yakni ideologi. Kita gunakan ideologi dengan pemikiran dan konsepsi Bung Karno, yakni Pancasila.

Tampil sebgai moderator dalam Sarasehan Kebangsaan, Dr. Bambang Kusbandrijo, MS. Sedangkan narasumber yang dalam Sarasehan Kebangsaan yakni; Guru Besar Sejarah Sosial, Prof. Dr. Wasino, M.Hum. dan Dr. Harjono, SH., MCL yang merupakan mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Prof. Dr. Wasino, M.Hum. mengatakan “Lintas generasi punya persepsi berbeda tentang nasionalisme, tentang Soekarno. Meskipun terkungkung di lingkungan penuh tantangan, Soekarno bebas dari pemikiran sempit dan mitos. Banyak karya Bung Karno utamanya di bidang politik, seperti ikotomi terjajah dan penjajah yang jawabannya menurut beliau adalah merdeka.” Adapun Dr. Harjono, SH., MCL menjelaskan, “Bung Karno menyadari adanya periode globalisasi. Karenanya untuk menyusun kekuatan dan pembangunan, Bung Karno mengungkapkan konsep Trisakti, yaitu: berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Konsep ini dapat membuat Indonesia bergaul di kancah international dengan pernuh harga diri dan menghormati kedaulatan masing-masing.” (um/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda