Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

UNTAG Surabaya Kembali Jalin Kerjasama dengan Shinju Produce Japan

Menyikapi kebijakan Kampus Merdeka, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terus menjalin kerjasama dengan banyak instansi baik dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah kerjasama dengan NGO asal negeri sakura bernama Shinju Produce Japan yang diinisiasi oleh prodi Sastra Jepang dengan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) serta Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) UNTAG Surabaya. Kerjasama kedua kali ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding, Jumat, (21/2). Bertempat di Ruang Auditorium Gedung A lantai 1, kegiatan dihadiri oleh Dekan dan Ketua Program Studi di lingkungan UNTAG Surabaya.

Dalam sambutannya Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. menuturkan, “Sebelumnya kita sudah bekerjasama di bidang penelitian di Desa Plunturan. Awalnya        di bidang pariwisata, lalu bertambah jadi pertanian. Monggo prodi yang ingin mengeksusi seperti apa.” Menurutnya, setiap kerjasama harus memiliki output yang bermanfaat, “Saya tidak mau hanya tanda tangan MoU saja untuk koleksi, harus ada hasilnya berupa aktivitas bersama. Kita sudah terakreditasi A, harus jadi leader.

Pada kesempatan yang sama Ketua LPPM Untag Surabaya, Dr. Ir. Muslimin Abdulrahim, M.Sc. memaparkan, “Telah hadir Pak Ono dari Jepang. Di samping akan memberikan dana, dia juga punya akses untuk instnasi Jepang yang akan memberikakn funding. Perguruan tinggi yang dipilih  untuk menyalurkan dana adalah UNTAG Surabaya.” Dia berharap, kerjasama ini dapat mendukung implementasi Kampus Merdeka di Kampus Merah Putih. “Asosiasi Industri Jepang akan memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk magang di Jepang dengan syarat bisa berbahasa Jepang. Harapannya prodi Sastra Jepang bisa memberikan kelas 1 tahun bagi mahasiswa yang minat magang di Jepang,” imbuhnya.

Direktur NGO Shinju Produce Japan-Hiroshi Ono yang turut hadir menuturkan, “Lembaga kami ingin kerjasama dengan 3 lembaga yakni negara, industri dan universitas. Untuk internship yang dikirim ke Jepang hanya dari prodi Sastra Jepang, padahal kami ingin ada dari prodi lain. Utamanya dari Fakultas Teknik yang banyak dibutuhkan industri.” Tujuan internship ke Jepang, kata Ono, bukan untuk menyerap tenaga kerja ke Jepang, tetapi diharapkan setelah pulang ke Indonesia bisa mengimplementasikan ilmu selama di Jepang. “Kami juga terbuka untuk penelitian mahasiswa dengan pendampingan dosen, dengan tema seperti ekologi, penanggulangan bencana dan sampah plastik,” tutupnya. (um/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda