logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Kembali Gelar Bunkasai Melalui Izakaya, Tarik Animo Jejepangan

Suasana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya disulap menjadi suasana Jejepangan pada Sabtu, (16/7). Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya kembali menggelar Japaniversal Bunkasai setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Kegiatan yang bertempat di Selasar Gedung Graha Wiyata lantai 1 ini mengusung tema ?????????? (Izakaya de tsukareta o iyasu) dengan konsep utama berupa bazaar makanan dan minuman Jepang yang dihadiri oleh berbagai komunitas Jejepangan dengan beragam penampilan khas Negara Sakura.

Japaniversal Izakaya dibuka langsung oleh Dekan FIB Untag Surabaya - Matheus Rudi Supsiaji, S.S., M.Pd. yang mengapresiasi kegiatan tersebut. “Meskipun sudah dua tahun lebih tidak mengadakan kegiatan seperti ini, akhirnya tahun ini kembali terselenggara. Saya menyambut baik acara ini terlebih bisa mendatangkan banyak pengunjung dari luar kampus,” katanya. Dosen Prodi Sastra Inggris ini berharap Prodi Sastra Jepang dapat semakin dikenal luas. “Tentu Izakaya ini menjadi daya tarik tersendiri. Semoga Sastra Jepang semakin banyak dikenal dan bisa menarik minat calon mahasiswa baru,” ujarnya.

Saat ditemui di sela kegiatan, Kaprodi Sastra Jepang FIB Untag Surabaya - Endang Poerbowati, S.S., M.Pd. mengatakan bahwa pelaksanaan ‘Izakaya’ sarat akan makna. “Izakaya sendiri berarti melepas lelah, ibaratnya kita berada di dalam kotak tanpa ada kegiatan. Sekarang kita membangkitkan semangat dan melepas lelah dan ketakutan sehingga bisa membuat kreasis baru,” ungkapnya. Melalui kegiatan tersebut mahasiswa dilatih berwirausaha, kemampuan berwirausaha tersebut maka mahasiswa akan menjadi lebih kompeten. “Mahasiswa dan lulusan yang kreatif dan inovatif diperlukan di lapangan kerja. Hasil kreasi mereka misalnya origami, ikebana, hingga masakan Jepang. Ada yang langsung dijual, jadi dosen mendampingi mahasiswa,” katanya. Dalam Japaniversal Izakaya, lanjut Endang, turut dihadirkan native Jepang untuk workshop Shodo. “Beliau pemilik perusahaan keluarga bernama Hino dan tertarik untuk merekrut mahasiswa kami karena kreatif. Izakaya ini buktinya,” imbuhnya.

Ketua Panitia Japaniversal Izakaya - Irania Fransiska Aulia Putri menuturkan bahwa timnya butuh waktu dua bulan untuk mempersiapkan acara. “Untuk persiapan utamanya dimulai dari bulan akhir April hingga awal Juli. Kami menghadirkan Shodo dan beberapa guest star. Jumlah pengunjung pun melebihi ekspektasi kami,” tuturnya. Senada dengan Endang, dirinya berharap Japaniversal Izakaya dapat menjadi semangat baru bagi Prodi Sastra Jepang. “Izakaya ini menjadi pembuka setelah vakum dua tahun. Semoga ke depan, Japaniversal bisa diadakan dengan lebih meriah dan lebih besar lagi,” harap mahasiswa semester empat ini.

Pada Japaniversal Izakaya ini digelar dua lomba non akademik yang pemenangnya diumumkan di akhir kegiatan. Arsy Saschia yang menyanyikan lagu Sonnahiwa - Sonoitamisae Aisuruyo (Yesung) menjadi Juara 1 Lomba Karaoke yang menyisihkan 12 peserta lainnya, disusul Manda sebagai Juara 2 dengan lagu Breathe (Lee Hi) dan Arame sebagai Juara 3 dari lagu Lacrimosa (Kalafina). Adapun Lomba Coswalk yang diikuti 20 peserta dimenangkan oleh Deaz cosplayer Hatsune Miku dan Yudistira Ali cosplayer Miya Chinen. Penampilan Nichi Acoustic, Aozora Yosakoi Sastra Jepang Untag Surabaya, hingga AkibaStreet sebagai Guest Star menutup kemeriahan Japaniversal Izakaya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT