Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

UNTAG Surabaya Kampanyekan "No Straw Day"

Universitas 17 Agsutus (UNTAG) Surabaya terus berupaya untuk mewujudkan kampus yang selaras dengan alam dan lingkungan. Salah satu upayanya adalah melalui Kampanye ‘No Straw Day’ pada Rabu, (6/11). Wakil Rektor 3-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. turut hadir untuk mendukung kampanye. Dalam sambutannya dia mengatakan, “Kampanye ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan mengingat kita adalah Eco Campus. Misalnya melalui pengurangan plastik secara terstruktur. Sudah saatnya kita tidak merusak lingkungan apalagi sampai global warming. Dimulai dari kita, UNTAG Surabaya.”

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pelaksana Eco Campus UNTAG Surabaya-Ir. Bantot Sutriono, M.Sc. Dia mengaku bahwa UNTAG Surabaya berperan aktif sebagai kampus berwawasan lingkungan. “Penggunaan plastik sudah dikurangi secara bertahap dan Kantin UNTAG Surabaya sudah tidak lagi menggunakan stereofoam. Senada dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok, saat ini kantin sudah tidak menjual rokok. Dampaknya sekarang mayoritas sivitas akademika sudah menahan diri untuk merokok di kampus. Hal ini positif karena Eco Campus merupakan tanggung jawab kita semua,” jelas Bantot.

Bertempat di Kantin Kampus Merah Putih, kampanye ini digagas bersama EQWIP HUBs Canada, sebuah organisasi nirlaba yang fokus di bidang lingkungan. Hub Coordinator EQWIP HUBs Canada-Patricia T. Sibarani menuturkan, “Salah satu concern kami adalah lingkungan, karenanya kami siap mendukung UNTAG Surabaya sebagai Eco Campus. Dimulai dari hal kecil, dengan tidak menggunakan sedotan untuk minuman seperti hari ini. Semoga di hari berikutnya penggunaan plastik dan sedotan tetap berkurang, sehingga kampanye hari ini bisa menjadi langkah pembuka untuk aksi kesadaran lingkungan lainnya.”

Tim Earth Hour Surabaya tampil dalam kampanye. “Banyak aksi green lifestyle yang kami lakukan, misalnya kami membuat infografis dan kami menemukan fakta bahwa Indonesia merupakan penghasil sampah terbesar setelah Cina. Dalam kurun waktu 1 tahun penggunaan plastik mencapai 10,95 juta lembar,” terang Putri Toby salah satu tim Earth Hour Surabaya. menurutnya dari hal sederhana seperti membuang sampah sembarangan akan mempengaruhi alam dan biodiversitas. Menurutnya langkah kecil seperti pengurangan sedotan bisa berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan.

Kampanye turut menghadirkan 2 volunteer EQWIP HUBs Canada, yakni: Environment Sustainibilty Officer-Ali Greenslade dan Environment Adviser-Anisa Maruschak. Ali menuturkan, “Limbah plastik menjadi limbah di laut yang berbahaya bagi kehidupan di laut. Ibaratnya seperti iceberg, yang terlihat di permukaan sedikit tetapi di bawah lebih banyak lagi.” Pun Anisa menimpali, “Semua bermula dari manusia yang menggunakan plastik sekali pakai. Kita perlu membangun kebiasaan baik seperti membawa botol minum sendiri, juga membawa totebag saat berbelanja.” Baik Ali maupun Anisa sepakat bahwa yang terpenting dalam kesadaran lingkungan adalah bisa memberdayakan sekitar dan menjadi teladan dengan menyebarkan kesadarann agar orang melakukan hal yang sama. (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda