logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Gelar Swastamita Arunika sebagai Wujud Sinergi Pelestarian Budaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Sarasehan Kebangsaan Nasional dan Parade Kecantikan Legenda Indonesia. Bertempat di Gedung Graha Prof. Dr. H Roeslan Abdulgani Untag Surabaya lt.1 acara berlangsung meriah dengan menghadirkan 30 model dalam balutan dewi legenda Indonesia karya perias Jawa Timur pada Rabu (22/6). Mengusung tema ‘Swastamita Arunika’ acara dimulai dengan Sarasehan Kebangsaan Nasional yang menghadirkan pembicara handal di bidangnya.

Dibuka oleh Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya – J. Subekti, S.H., M.M bersama Rektor Untag Surabaya - Prof. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA.. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Untag Surabaya dalam menyemarakkan Bulan Bung Karno dan Bulan Pancasila Tahun 2022. “Alhamdulillah sebagai kampus nasionalis Untag Surabaya hari ini menggelar sarasehan dan pagelaran ‘Swastamita Arunika’ yang memiliki arti keindahan saat matahari terbit dan matahari terbenam, kami bangga bisa menghidupkan kembali dan menjaga warisan budaya Indonesia dalam rangka menyemarakkan Bulan Bung Karno dan Bulan Pancasila,” ujar Prof. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. dalam sambutannya. Prof. Nug, sapaan akrabnya, berharap dengan digelarnya ‘Swastamita Arunika’ dapat menjadi pengingat untuk tetap semangat dalam menjaga warisan budaya. “Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap bagi seluruh masyarakat khususnya sivitas akademika Untag Surabaya untuk terus menyalakan semangat dalam menjaga warisan budaya Indonesia dan Pancasila; semangat persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional; serta semangat untuk terus berinovasi memajukan negeri,” paparnya.

Hadir sebagai keynote speakers Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Non Benda Daerah Istimewa Yogyakarta – Dwi Ratna Nurhajarini memberikan prasaran dengan topik ‘Aktualisasi Pancasila dalam Strategi Kebudayaan Indonesia’. “Dalam implementasi nilai-nilai pancasila, ada satu nilai yang menjadi perhatian yaitu keberagaman. DNA bangsa Indonesia yang beragam dapat menjadi potensi budaya yang merupakan aset bangsa Indonesia, kemajemukan inilah yang menjadi arus utama sosial budaya yang harus kita tumbuh kembangkan bersama tidak hanya dalam konsep melainkan dalam implementasi keseharian,” jelas Ratna.

Sarasehan Kebangsaan Nasional ini dimoderatori oleh Kepala Bagian Humas da Protokoler Untag Surabaya – Karolin Rista, M.Psi., Psikolog. dengan mengundang dua narasumber, yaitu Dosen Arsitektur Untag Surabaya sekaligus Ketua Tim Cagar Budaya Surabaya – Dr. Ir. Retno Hastijanti, M.T., IPU. serta pakar tata rias dan kecantikan yang merupakan Founder Citraretna Wedding Gallery - Nuniek Silalahi, S.S., M.Pd..

Sesuai dengan tema besar ‘Swastamita Arunika’ terdapat dua topik yang menjadi paparan, yang pertama ‘Jejak Legenda Indonesia dalam Ruang Arsitektur’ dan dilanjutkan dengan ‘Kecantikan Ilahiah dalam Legenda Indonesia’. Pada akhir pemaparan disampaikan ajakan bagi seluruh generasi untuk terus belajar, memahami bahkan mengimplementasikan warisan legenda Indonesia. “Legenda tidak hanya soal cerita, tapi ada kecantikan dan arsitektur di dalamnya. Dari Legenda kita bisa mengaplikasikan serta menyuarakan nilai moral dan nilai budaya yang dibawa dari setiap cerita, mari perbanyak rasa ingin tahu kita agar bisa terus belajar dan memahami bahkan mengaplikasikannya dalam kehidupan,” tutup Karolin pada akhir Sarasehan.

Setelah Sarasehan, acara dilanjutkan dengan Parade Kecantikan Legenda Indonesia. Parade ini menampilkan pesona 30 Dewi-Dewi Legenda Indonesia karya perias Jawa Timur yang tergabung dalam Persatuan Perias Indonesia (PPI). Menurut Nuniek Silalahi, S.S., M.Pd. selaku penggagas acara, parade kecantikan ini dipilih karena kecantikan dan tata rias tidak bisa dipisahkan. “Legenda adalah sesuatu yang berasal dari masa lalu dan sudah tenggelam ditelan waktu namun dapat dikontekstualisasikan dalam situasi masa kini ibarat matahari yang selalu terbit kembali. Melalui tata rias kita bisa melakukan koreksi bentuk wajah dan penampilan dengan sentuhan warna, penambahan ornamen, serta cita rasa dan penafsiran baru tentang kecantikan sebagai upaya mendekatkan sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada generasi masa kini,” ujar pakar kecantikan. Tidak hanya sekedar parade, seluruh dewi yang tampil diatas panggung berjalan dengan diiringi cerita kisah legendanya. Parade ini merupakan upaya yang dilakukan Untag Surabaya dalam pelestarian objek kemajuan kebudayaan.

Acara yang terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini turut mengundang Rektor-Rektor Perguruan Tinggi di Surabaya serta Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jatim dan pemerhati budaya yang ada di Surabaya. Tidak hanya sinergi antara Untag Surabaya, pemerintah dan PPI saja, kemeriahan acara ini juga didukung oleh Jamu IBOE dan La Tulipe cosmetiques. Diharapkan acara ini mampu diterima dan menjadi inspirasi Millenials untuk proaktif dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. (am/rz)



PDF WORD PPT TXT