logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Gelar Kuliah Umum Bersama Europian Union

Badan Kerjasama Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan kuliah umum bertema ‘Strategies Of Higher Education Institutions In Surviving The Covid-19 Pandemic: Lesson Learned From Indonesia and European Union’ pada Kamis (25/11). Kuliah umum yang dihadiri tak kurang dari 200 peserta ini digelar secara daring. Rektor Untag Surabaya – Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. hadir secara virtual untuk membuka kegiatan sekaligus menyapa seluruh peserta.

Dalam sambutannya Prof. Nugroho mengatakan, “Topik kuliah umum kali ini sangat relevan dengan kondisi yang terjadi dimana pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Dengan keadaan seperti ini dibutuhkan adaptasi agar kitab isa terus menjalankan sektor pendidikan.” Selain menjabat sebagai Rektor, Prof Nugroho juga sebagai Dosen FEB Untag Surabaya ini mengapresiasi Europian Union yang terus berupaya memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai negara untuk melanjutkan studi di Uni Eropa, Semoga kuliah umum ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat Kerjasama Untag Surabaya dengan European Union.”

Kuliah umum menghadirkan European Union Ambassador to Indonesia and Brunei Darussalam – Vincent Piket sebagai pemateri. “Pandemi ini juga berdampak pada pendidikan tinggi di Uni Eropa, anak muda mengalami kesulitan mencari pekerjaan utama mereka. Lebih dari 100 juta orang Eropa mengalami tantangan dalam belajar, mengajar, dan berkomunikasi,” paparnya. Dia melanjutkan, “Saat ini guru yang menjadi garda terdepan harus beradaptasi dan memastikan bahwa pendidikan tetap berjalan seperti biasanya.”

Vincent menyebutkan, “Transisi hijau dan digital diperlukan untuk beradaptasi dengan segala perubahan. Anak muda sebagai generasi penerus perlu mengetahui terkait pendidikan lintas batas, disiplin dan budaya agar menjadi masyarakat Tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.” Literasi digital, sebut Vincent, juga penting untuk mencapai transformasi digital pasca pandemi. Menurutnya Eropa secara tegas berkomitmen untuk menerapkan pemulihan berbasis hijau, digital, dan tangguh.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Mathias Felipe De Lime Santos dari University of Navarra, Spanyol memperkenalkan dua jenis beasiswa Erasmus+ yang disediakan oleh Uni Eropa yakni Erasmus Mundus Joint Master Degree (S2) dan Marie Sklodowska-Curie Actions for Doctoral Degre (S3). “Kedua beasiswa bisa diikuti oleh mahasiswa internasional selama memenuhi persyaratan. Hal yang membedakan Erasmus+ dengan beasiswa lain adalah mahasiswa diberikan kesempatan untuk studi di beberapa negara yang berbeda,” ujar Mathias. (oy/um/rz)



PDF WORD PPT TXT