logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Untag Surabaya Gandeng Puluhan Guru BK Dalam Rangka Penerimaan Mahasiswa Baru

Salah satu peran aktif Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah dengan terus melakukan penjajakan kerja sama. Sabtu, (18/6) dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas calon mahasiswa baru, Untag Surabaya melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama 22 Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK/MA Se – Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Giat yang berlangsung di Meeting Room Graha Wiyata Lt. 1 itu dihadiri Wakil Rektor I - Harjo Seputro, ST., MT. dan Wakil Rektor II - Dr. Abdul Halik, MM.

Pertemuan ini disambut baik oleh Harjo, memberikan penjelasan singkat mengenai Untag Surabaya. “Sugeng Rawuh di Kampus Merah Putih. Saat ini ada 42 mahasiswa kami yang mengikuti program student exchange di Changzhou University, satu mahasiswa yang mengikuti program Indonesian International Student Mobility (IISMA) di Eropa, dan satu mahasiswa berangkat ke Jepang,” paparnya saat memberikan sambutan. Menurutnya kerjasama ini merupakan hal yang tepat dilakukan, karena Untag Surabaya memiliki potensi yang luar biasa dalam pengimplementasian Tri Dharma khususnya dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Saya ucapkan terima kasih perkenannya untuk bekerjasama dengan kami, kami dengan sangat terbuka menjalin kerjasama dengan institusi manapun,” ujarnya.

Setelah penandatanganan MoU dilanjutkan dengan seminar bertema ‘Potensi Biomassa Pertanian Sebagai Sumber Bahan Makanan Yang Layak Konsumsi, Higienis, dan Bernutrisi’ yang dipaparkan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Agroindustri Fakultas Vokasi - Ir. Richardus Widodo, M.M. dan dimoderatori oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) - Dr. Merry Fridha Tripalupi, M.Si.

Dalam kesempatan adanya webinar biomassa, Untag Surabaya bermaksud untuk memperkenalkan program D3 Fakultas Vokasi secara lebih dekat kepada 22 para Guru BK, dengan harapan kedepan akan bisa disosialisasikan kepada siswa asal sekolahnya sehingga menumbuhkan minat belajar baik dari program studi agroindustri, teknologi listrik, teknologi manufaktur.

Seminar ini menjelaskan akan potensi biomassa sebagai penghasil tenaga listrik, pupuk organik, dan pengisi tanah atau landfill. “Di Benowo sudah dibuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dari hasil proses pembusukan sampah organik menjadi gas metan (CH4), gas ini dikumpulkan kemudian diolah menjadi listrik. Selain itu juga ada landfill yaitu TPA yang akan dibuat menjadi permukiman seperti di Keputih,” ujar Richardus.

Berdasarkan risetnya, di Indonesia yang merupakan negara agraris ini memiliki biomassa yang sangat melimpah dan beragam, namun kita sebagai manusia yang harus meningkatkan kepedulian lingkungan serta kepekaan bisnis untuk melihat potensi di sekitar kita. “Dibutuhkan kemampuan berinovasi sehingga bisa menjadi peluang bisnis baru,” ujarnya.

Saat ini dunia juga concern dengan biomassa yang masih banyak dibuang begitu saja, padahal bisa diolah menjadi produk makanan. “Karena dunia juga punya tendensi bahan pangan yang akan semakin mahal harganya,” tutupnya.  

Pada akhir webinar, Richardus memberikan pertanyaan seputar Untag Surabaya kepada 22 Guru BK dan akan mendapatkan buku dengan judul ‘Pangan, Kesehatan & Lingkungan Hidup Kita’ karyanya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT