logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Undang Alumni, Mapro Untag Surabaya Gelar Temu Alumni dan Workshop

Dalam rangkaian  Dies Natalis ke-37 tahun, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Temu Alumni dan Workshop pada Minggu, (20/11). Mengusung tema ‘Be Unity, Be Strong, Achieve’, kegiatan digelar secara hybrid di Meeting Room Ing. Sukonjono Gedung Graha Wiyata lantai satu Untag Surabaya. Pada kesempatan yang sama, digelar Workshop Profesi Psikolog dengan tiga peminatan yang diikuti mahasiswa dan Alumni  Mapro Untag Surabaya.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya - Diah Sofiah, M.Si., Psikolog. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan mengingat feedback dari Alumni  ini menjadi penting untuk evaluasi bagi Fakultas Psikologi terkhusus Prodi Magister Psikologi Profesi,” katanya. Dosen yang akrab disapa Deden ini mengaku bersyukur karena para Alumni bisa berbagi ilmu dan pengalaman. “Tentu bisa menjadi ajang berbagi. Ke depan, bisa dibuat jadwal setahun bisa dua sampai tiga kali dengan materi yang bermanfaat,” imbuhnya.

Ketua Alumni Magister Psikologi Profesi Untag Surabaya - Mawi Santoso, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang turut memberikan sambutan dan menyebutkan bahwa temu Alumni  akan diadakan kembali. “Selain temu Alumni dibutuhkan kampus untuk meningkatkan akreditasi, temu Alumni juga bermanfaat untuk memperat silaturahmi serta sharing session, maka dari itu akan direncanakan dengan agenda berbeda,” sebutnya. Dia menegaskan jika para Alumni  berkomitmen mendukung Fakultas Psikologi Untag Surabaya. “Walau jauh disana, hati kami tetap disini, Mapro Untag Surabaya. Sebagai Alumni  akan selalu support kebutuhan pihak kampus,” tegasnya.

Pada peminatan Psikologi Industri dan Organisasi, Psikolog Bina Insan Mandiri - Dr. Iffah Rosiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang membawakan materi ‘Pemetaan SDM Unggul melalui Assessment Center’ menjelaskan peranan penting Psikolog I/O untuk menemukan potensi asesi. “Kita harus mengikuti standar kompetensi itu untuk menjaring SDM unggul karena setiap kandidat punya strength berbeda,” jelasnya. Menurut Iffah, kemampuan Psikolog perlu terus ditingkatkan. “Matriks asesmen harus sah untuk asesmen. Belajar jadi asesor itu penting terutama untuk mengembangkan tools lainnya,” terangnya.

Sementara itu, di Ruang I205, berlangsung Materi ‘Tes Intelegensi Kolektif Indonesia’ pada peminatan Psikologi Pendidikan disampaikan oleh Bintara Urusan Umum Bidang Humas Polda Jatim - Ajie Setya Atmaja, M. Psi., Psikolog. “Penyusunan tes intelegensi yang sesuai kultur Indonesia ini diberi nama TIKI yang memiliki tiga tingkatan sesuai kebutuhan. Menjadi penting karena selama ini anak dengan perbedaan intelegensi sering dikucilkan,” terangnya. Ajie menambahkan bahwa TIKI banyak digunakan untuk menilai potensi siswa. “Lebih umum digunakan untuk seleksi bidang pendidikan, untuk melihat capaian hasil belajar, lebih ke skill,” imbuhnya.

Adapun Psikolog Klinis - Roby Susanto, S.Psi., M.Psi., Psikolog memaparkan materi ‘Borderline Personality Disorder’ di Ruang I207. “Gangguan Kepribadian Ambang itu menetap, bukan hanya sekedar hari ini ada dan besok tidak ada. Terjadi setiap waktu, konsisten dan sering. Penderitanya kurang mampu membina hubungan baik dengan orang lain,” paparnya. Roby menekankan urgensi peranan Psikolog Klinis dalam penanganan kesehatan mental. “Kebutuhan Psikolog di Indonesia kurang, padahal setiap orang butuh katarsis dalam bentuk ngobrol. Psikolog Klinis harus melayani mereka bukan sekedar materi, waktu juga diberikan,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT