logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

UKM Jujitsu Untag Surabaya Raih Enam Medali Jujitsu Unesa Open XV 2021

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jujitsu Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu dalam ajang Unesa Open XV 2021. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Dalam ajang yang terselenggara pada 10-12 Desember lalu itu, UKM Jujitsu Untag Surabaya mengirimkan tujuh perwakilan atletnya dan berhasil memboyong 6 medali.

Medali emas dalam katagori Special Fight Putri Upper 17 Kelas B berhasil diraih oleh mahasiswi Ilmu Hukum, Devi Oktamala. Dilanjutkan dengan dua medali perak dari kategori Fighting Putri Upper 17 Kelas D yang diraih oleh Lintang Rahmayika dan Awalul Uzwatun Khasanah. Tiga medali perunggu juga berhasil dibawa pulang melalui Kategori Newaza Putra Upper 17 Kelas A oleh Muhammad Iqbal A dan Kategori Newaza Putri Upper 17 Kelas B atas nama Devi Oktamala.

Ketua UKM Jujitsu, Hani Dila Intan Pratiwi turut menyumbang medali perunggu dalam kategori Fighting Putri Upper 17 Kelas B. Dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/12), mahasiswa yang akrab disapa Hani itu menuturkan, “bersyukur sekaligus sedikit kecewa karena belum bisa membawa pulang medali emas atau perak.”

Unesa Open XV merupakan kejuaraan tahunan rutin yang diikuti oleh UKM Jujitsu Untag Surabaya. Sempat tertunda karena pandemi, kejuaraan tersebut akhirnya bisa terlaksana kembali dengan prokes yang ketat oleh panitia. Selain prokes, kejuaraan kali ini dirasa tidak jauh berbeda dengan kejuaraan sebelumnya. “Untuk perbedaan yang berarti tidak ada, sama seperti kejuaraan sebelumnya, namun karena pandemi jadi prokesnya kita wajib sudah divaksin dan menyertakan surat sehat, selain itu pembatasan penonton serta hanya ada atlet, tim official, dan panitia yang ada di arena.” Jelas mahasiswa Ilmu Hukum Untag Surabaya itu.

Disisi lain, setelah satu tahun lamanya tertunda, dirasakan Hani bahwa kejuaraan kali ini begitu tiba-tiba dan kurang persiapan. Kebijakan pembatasan baik dari Pemerintah maupun Universitas membuat waktu berlatih UKM Jujitsu tidak efektif. “Sebenarnya untuk kejuaraan kali ini informasi yang diterima tiba-tiba sehingga kurang persiapan. Selain itu adanya pembatasan kegiatan membuat waktu latihan intensif kejuaraan yang sebelumnya satu bulan menjadi satu minggu saja.” sambung mahasiswa semester tiga ini.

Namun kendala tersebut dapat disiasati oleh UKM Jujitsu dengan dibuatkannya Game Planner serta dukungan dari Universitas baik secara materiil maupun non materiil. Adanya Game Planner mampu membantu atlet untuk memberikan informasi opsi-opsi gerakan apa saja yang bisa dipakai untuk menghadapi lawan. Hani mengatakan, “mengenai kendala keterbatasan waktu, UKM Jujitsu sudah menyiapkan Game Planner untuk membantu para atlet mengenai opsi-opsi gerakan apa saja yang bisa kita pakai ketika menghadapi lawan. Universitas juga sangat membantu untuk kejuaraan ini.” (am/ua)



PDF WORD PPT TXT