logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Tingkatkan Perekonomian Melalui Bidang Pariwisata, Tim Prodi Ilmu Hukum Untag Surabaya Raih Juara Harapan 2 INOVBOYO

Dalam rangkaian acara menuju Hari Jadi Kota Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) turut berpartisipasi dengan mengikuti Lomba Inovasi 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tema yang diusung dalam lomba ini mencakup Teknologi Informasi, Inovasi Bidang Ekonomi, dan Inovasi Non-Ekonomi.

Tim dari Prodi Ilmu Hukum Untag Surabaya, yang merupakan kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, berhasil meraih Juara Harapan 2 pada kompetisi Inovasi Suroboyo (INOVBOYO). Tim ini dipimpin oleh Wiwik Afifah, S.Psi., S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya, dengan anggota Juli Fatkhun N, S.Psi., M.Psi, dan Sugiyanto, S.H., yang merupakan tenaga kependidikan Fakultas Hukum Untag Surabaya, serta mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Untag Surabaya, Istriani, S.H., dan Aan Muzammil Nur Ilahi.

Inovboyo 2024 ini merupakan wadah bagi inovator dalam rangka menciptakan ekosistem inovasi di Surabaya. Inovasi yang dirancang oleh tim prodi Ilmu Hukum berupa aplikasi mobile bernama ‘Wisata Edukasi Kebangsaan di Kota Surabaya (WISNU BOYO)’. Aplikasi ini bertujuan menghubungkan berbagai lokasi wisata sejarah di Kota Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan. “Kota Surabaya memiliki banyak tempat wisata sejarah yang belum terhubung satu sama lain untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” jelas Wiwik Afifah.

Sejalan dengan permasalahan tersebut, Wiwik mengungkapkan tujuan aplikasi Wisnu Boyo ini untuk meningkatkan perekonomian warga, menciptakan lapangan kerja baru, dan menumbuhkan sikap nasionalisme antar masyarakat. “Tujuan dirancangnya Wisnu Boyo adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi lulusan SMK Pariwisata di Surabaya, mengembangkan perekonomian warga sekitar, serta menumbuhkan sikap nasionalisme dan toleransi antar masyarakat,” terangnya.

Dalam membantu proses perancangan aplikasi Wisnu Boyo, Istriani menyebutkan adanya UMKM lokal yang belum berkembang dan perekonomian di tempat wisata sejarah yang belum maksimal. “Perekonomian di sekitar tempat wisata sejarah di Surabaya masih belum maksimal. Banyak UMKM lokal yang belum sepenuhnya didukung untuk berkembang,” ujar Istriani, alumni Prodi Ilmu Hukum yang baru saja diwisuda.

Oleh karena itu, aplikasi Wisnu Boyo menyediakan rute yang mempromosikan produk UMKM. “Untuk memaksimalkan perekonomian di tempat wisata sejarah, salah satu rute Wisnu Boyo adalah mampir ke sentra kuliner yang juga menjual produk UMKM termasuk merchandise. Jadi, Wisnu Boyo ini mendukung UMKM untuk berkembang,” imbuhnya.

Dengan adanya aplikasi Wisnu Boyo, tim berharap dapat memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dan meningkatkan konektivitas serta edukasi kebangsaan melalui wisata sejarah di Surabaya. (vs/rz)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?