logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Teori Konspirasi COVID-19 dari Kacamata Psikologi

Sejak awal kemunculannya, masih banyak orang yang menganggap COVID-19 sebagai konspirasi belaka. Inilah yang menjadi topik tesis dari Ananda Sa’adatul Maulidia, S.Psi., M.Psi. Dengan judul ‘Hubungan Kepercayaan Politik dan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Keyakinan Teori Konspirasi COVID-19’, tesis Ananda berhasil mendapatkan predikat Tesis Menarik dari Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Ananda mengaku ide penelitian ini berawal dari observasinya pada lingkungan sekitar dan diskusi seputar virus asal Wuhan ini. “Ternyata pandangan mereka begitu beragam dan banyak juga yang masih menganggap bahwa COVID-19 bagian dari konspirasi,” katanya. Dia melanjutkan, “Hal ini tentunya menarik untuk diketahui lebih lanjut, sebab biasanya keyakinan konspirasi hanya ditemukan untuk permasalahan politik, tapi ternyata dalam permasalahan kesehatan juga bisa ditemukan.”

Penelitian kuantitatif pada 349 sampel tersebut dilatarbelakangi oleh pandemi COVID-19 yang menciptakan krisis sosial hingga banyak masyarakat yang percaya konspirasi. “Sebelumnya orang bisa bebas kemana saja, pasti (COVID-19) membuat individu merasa terancam dan mereka cenderung mencari ‘kambung hitam’ untuk disalahkan,” papar Ananda. Sebagai bencana nasional, lanjutnya, COVID-19 turut berpengaruh pada kepercayaan politik masyarakat, “Apalagi masyarakat bisa mengakses media sosial.”

Dengan teknik korelasional, penelitian Ananda menyasar warga negara Indonesia berpendidikan minimal SMA/SMK dengan rentang usia 19-40 tahun yang aktif menggunakan media sosial dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Ananda menuturkan, “Tantangannya adalah mencari subjek dan memastikan mereka benar benar mengisi. Karena penyebaran kuesioner dilakukan online, memang bisa tersebar dengan cepat namun untuk memastikan mereka mengisi dengan tidak asal-asalan cukup menjadi kendala.”

Lebih lanjut Ananda memaparkan hasil penelitiannya, “Kepercayaan politik berhubungan negatif dengan keyakinan konspirasi COVID-19 bahwa kepercayaan politik yang rendah bisa memicu teori konspirasi.” Sebaliknya, hubungan positif justru ditunjukkan oleh intensitas penggunaan media sosial. “Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi keyakinan konspirasi COVID-19,” jelasnya. Dari hasil penelitiannya tersebut, Ananda menyarankan agar pesan pemerintah terkait COVID-19 dapat terpusat, “Dengan demikian akan konsisten dan tidak spekulatif.”

Ananda akan dikukuhkan sebagai Magister Psikologi pada Wisuda Semester Genap 2020/2021 Untag Surabaya yang akan digelar secara daring pada 25 September mendatang bersama 1.277 wisudawan lainnya. “Mungkin karena ini merupakan wisuda saya yang kedua, dan kebetulan yang pertama tidak online, jadi tidak terlalu merasa kecewa. Namun ya dalam hati pasti ingin sekali melaksanakan ceremony,” tutup putri bungsu dari tiga bersaudara ini.



PDF WORD PPT TXT