logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Temukan 4 Hubungan Variabel, Dosen FEB Untag Surabaya Sandang Gelar Doktor

Kamis, (28/10), Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Pembangunan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya – Dr. Drs. I Made Suparta, M.M. resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) setelah melewati ujian terbuka di Untag Surabaya, yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-124 Semester Ganjil 2021/2022, (5/3). Mengangkat judul disertasi ‘Pengaruh Upah Minimum dan Ekonomi Sektoral Terhadap Inflasi, Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kemiskinan Kabupaten Kota di Provinsi Jawa Timur’.

Berdasarkan hasil risetnya di tahun 2020 tingkat kemiskinan di Jawa Timur mencapai 16,72% dan para ahli ekonomi sepakat bahwa kemiskinan dapat ditanggulangi dengan adanya pertumbuhan ekonomi. “Namun saya berpendapat hal itu tidak mutlak bisa menurunkan kemiskinan,” ujarnya. Lebih lanjut lagi dia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan penggunaan tenaga kerja dan didalamnya juga masih ada orang yang menganggur, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Made mengaku ingin memastikan penyebab meningkatnya pengangguran di tahun 2020 melalui berbagai sumber informasi seperti pencarian online, buku, dan fakta yang terjadi di lapangan. “Contohnya ketika harga bahan baku naik maka biaya produksi juga ikut naik. Hal ini akan dibebankan pada harga barang, ketika harga barang naik maka produksi akan diturunkan sehingga menyebabkan penggunaan tenaga kerja harus dikurangi. Inilah yang menyebabkan pengangguran,” jelasnya.

Secara teori jika upah minimum naik maka inflasi naik, namun hasil penelitian dosen asal Pulau Bali ini justru sebaliknya, upah minimum naik justru inflasi turun. Hal ini disebabkan karena ada upaya dari pemerintah untuk menurunkan atau menekan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi mulai tingkat pusat sampai tingkat kabupaten/ kota. “Ada Cost Push Inflation yakni inflasi yang disebabkan oleh adanya kenaikan biaya produksi, salah satunya adalah upah minimum. Di sisi lain menyebabkan Demand Pull Inflation; inflasi yang terjadi karena adanya peningkatan daya beli masyarakat melalui kenaikan upah minimum, diikuti oleh kenaikan penawaran barang dan jasa,” ujarnya.

Dia menekankan mana yang lebih kuat antara Cost Push Inflation atau Demand Pull Inflation. “Kalau demand lebih kuat artinya bagus tapi kalau cost maka akan buruk bagi perekonomian. Mengapa? Karena naiknya upah minimum menyebabkan inflasi turun, berarti kenaikan upah minimum dalam prosentase lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga dalam prosentase,” terangnya.

Tantangan juga menghampiri Made selama proses mengerjakan disertasi, ada empat hubungan variable yang tidak bisa ditemukan di pencarian online, ada pula hubungan antar variable yang tidak sesuai dengan teori.  “Ada empat hubungan variable yang tidak bisa saya temukan sehingga saya nyatakan sebagai temuan saya, yakni Pertumbuhan sektor industri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi; Pertumbuhan sektor jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi; Pertumbuhan sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; dan Pertumbuhan sektor jasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. ” ujar Made. Adapun rekomendasi yang diberikan agar pemerintah mendukung masyarakat terutama yang berada pada status produktif. “Mereka harus dibantu dengan pelatihan-pelatihan untuk berproduksi serta diberikan dana untuk itu. Tidak hanya diberikan jaminan sosial seperti pemberian sembako, karena itu hanya bersifat sementara,” papar Made.

Sebagai penutup, dia memberikan pesan singkat untuk sivitas akademika Untag Surabaya, untuk tidak mudah menyerah dalam melakukan perjuangan. “Prinsip saya lakukan upaya yang sekecil-kecilnya, maka nanti akan mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Jangan pernah menyerah sebelum kita melakukan perlawanan atau perjuangan,” tutupnya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT