logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Teliti Kepatuhan Pajak Kota Surabaya, Maqsudi Raih Gelar Doktor

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya - Dr. Achmad Maqsudi, MSi., Ak.., CA secara resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Untag Surabaya. Disertasi berjudul ‘Pengaruh Sosialisasi Perpajakan, Kualitas Layanan, Pengetahuan Perpajakan, Persepsi Kondisi Keuangan Pribadi, Kesadaran dan Perilaku Individu terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Surabaya’ diuji dalam Ujian Terbuka pada September 2021 lalu dan mengantarkannya lulus dengan predikat cum laude dalam masa studi tiga tahun.

Dosen yang akrab disapa Maqsudi ini meneliti tentang kepatuhan wajib pajak. “Dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan hampir semua orang terlibat dan menjadi sumber pendapatan pemerintah, terutama pemerintah daerah. Hal ini menjadikan saya tertarik untuk meneliti,” tuturnya saat ditemui pada Selasa pekan ini.

Maqsudi menyebutkan, berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya, terdapat kesenjangan empiris antara penerimaan dan tunggakan PBB yang semakin meningkat setiap tahunnya. “Penerimaan PBB di Kota Surabaya semakin meningkat dan menandakan kepatuhan individu wajib pajak. Di sisi lain tunggakan PBB juga meningkat, sehingga kepatuhan ini dipertanyakan,” paparnya.

Inilah yang mendasari Maqsudi untuk melakukan penelitian. “Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor yang digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini seperti sosialisasi, kualitas layanan, pengetahuan perpajakan, persepsi kondisi keuangan pribadi, kesadaran dan perilaku individu berpengaruh pada wajib pajak. Sedangkan dalam penelitian lainnya dianggap tidak berpengaruh,” jelasnya.

Berangkat dari kesenjangan tersebut, Maqsudi melakukan penelitian dengan populasi sebesar 612.322 jiwa wajib pajak. “Dari jumlah tersebut, dipilih sampel dengan cluster sampling menggunakan rumus Slovin. Ditemukan hanya 399 sampel dan dibulatkan menjadi 400 sampel yang diteliti,” lanjutnya.

Lebih lanjut Maqsudi memaparkan hasil penelitiannya, dari enam variabel yang diuji, lima di antaranya berpengaruh pada kepatuhan pajak. Sementara variabel persepsi kondisi keuangan pribadi tidak berpengaruh pada pembayaran pajak. Dosen yang menjabat Kepala Badan Penjaminan Mutu Untag Surabaya ini menerangkan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor utama yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak. “Kesadaran pajak menjadi penyumbang tertinggi dilanjutkan pengetahuan perpajakan, sosialisasi, kualitas layanan dan perilaku individu pada kepatuhan wajib pajak,” paparnya.

Dari hasil penelitiannya, guna meningkatkan kepatuhan pajak, Maqsudi memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Surabaya. “Pemerintah perlu menggalakkan sosialisasi wajib pajak kepada masyarakat agar bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka tentang pajak. Di samping itu, perlu memperluas jangkauan untuk menyebarkan pengetahuan perpajakan,” katanya. Menurutnya, kualitas pelayanan juga perlu dtingkatkan, pemerintah juga perlu memperhatikan perilaku dan kondisi keuangan individu wajib pajak.

Maqsudi mengaku, selama masa penelitian sempat kesulitan mencari responden. “Tidak semua individu wajib pajak berkenan mengisi kuisioner online dan tidak semua orang punya rumah, sehingga saya mengumpulkan data secara manual. Orang yang saya temui di kampus, mall, dan restoran saya minta datanya untuk penelitian saya,” tuturnya. Meski demikian, dirinya bersyukur dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan dikukuhkan dalam Wisuda ke-124 Untag Surabaya pada 5 Maret lalu. Dengan kelulusannya tersebut, Maqsudi berharap bisa membawa dampak lebih luas. “Tentunya untuk pengembangan riset demi kiprah saya di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga manfaatnya bisa lebih banyak dirasakan oleh masyarakat dan mahasiswa,” harapnya. (um/rz/kr)



PDF WORD PPT TXT