Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Teknik Industri Adakan FGD guna Pengembangan Kurikulum Prodi

Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Untag Surabaya mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama dengan beberapa perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan alumni, Sabtu (3/10). Guna memutus rantai penyebaran virus corona, kegiatan yang terlaksana melalui 4 sesi ini terlaksana melalui platform telekomunikasi. Hery Murnawan, ST., MT., Ketua Prodi Teknik Industri Untag Surabaya mengatakan tujuan adanya FGD untuk mendapatkan masukan guna perbaikan serta pengembangan Prodi. “Mungkin saat ini dengan 5 atau 10 tahun yang lalu sangat berbeda dengan kondisi maupun tantangan bagi mahasiwa maupun lulusan Teknik Industri,” paparnya.

Pada FGD ini, perwakilan DUDI yang diundang memaparkan kebutuhan DUDI terkait kebutuhan kompetensi lulusan Sarjana Teknik Industri hingga prediksi dan tantangan ke depan yang disiapkan untuk lulusan Sarjana Teknik Industri. Kemudian saran yang diberikan akan direkonstruksi sebagai perbaikan dan pengembangan kurikum Prodi Teknik Industri Untag Surabaya. Hery berharap nantinya profil lulusan Teknik Industri Untag Surabaya sesuai dengan harapan atau kebutuhan DUDI. “Masukan Anda sangat bermanfaat bagi pengembangan dan perbaikan kurikulum kami,” tuturnya. 8 perwakilan DUDI yang diundang yakni PT. ECCO Indonesia, PT. PAL Indonesia, PT. Cargill Indonesia, PT. INKA, BRI, PT. Metro Jatim Raya, PT. Benteng Api Technic dan PT. Barata Indonesia.

Jarotd Hermansyah, perwakilan PT. ECCO Indonesia menyampaikan dibutuhkan hardskill serta softskill yang mumpuni bagi lulusan Sarjana Teknik Industri untuk mampu survive dalam kondisi yang cukup berbeda saat ini. Untuk hardskill, Jarotd mencontohkan kemampuan time motion, beberapa kemampuan terkait manufaktur hingga pengoperasian microsoft excel level makro. “Saat melamar kami biasa bertanya apakah punya kemampuan seperti ini, namun rata-rata masih belum. Ada, namun biasanya hanya sekedar knowledge atau kompetensi dasar saja,” ungkapnya. Oleh karenanya, ia menyarankan agar mahasiswa lebih terlibat dalam kerja praktik. Sementara untuk softskill, Jarotd menyebutkan sisi manajerial hingga kemampuan bahasa cukup dibutuhkan. Bahkan, ia menyebutkan kemampuan bahasa sudah menjadi hal yang standar.

Ivan R, perwakilan PT. Cargill Indonesia juga mengatakan hal serupa, “kemampuan bahasa asing saat ini juga sudah menjadi kewajiban. Kemampuan leadership juga dibutuhkan”. Sementara itu, perwakilan PT. PAL Indonesia, Koko menyebutkan kemampuan komunikasi serta sertifikasi kompetensi menjadi softskill yang dibutuhkan oleh lulusan Sarjana Teknik Industri. Selain itu, mengenal perusahaan yang akan dilamar menjadi poin penting lainnya. “Ada baiknya mahasiswa punya pengalaman dalam menangani kasus dan best practice masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Pada hari yang sama juga dilakukan FGD bersama dengan alumni Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Untag Surabaya. Beberapa alumni yang telah bekerja pada sektor DUDI menceritakan proses rekruitmen yang mereka jalani, tips dan trik sukses masuk DUDI hingga relevansi kurikulum Teknik Industri yang diterima selama di bangku kuliah dengan dunia kerja. Frisfel Anang, salah satu alumni yang bekerja di PT. SC Johnson Manufacturing menyarankan butuhnya upgrade keilmuan yang ada di prodi Teknik Industri, misalnya pembelajaran AutoCAD.

Diwawancara di tempat yang berbeda, Senin (5/10), Wiwin Widiarsih, ST., MT., salah satu dosen prodi Teknik Industri mengatakan, kegiatan FGD kali ini merupakan wujud implementasi dari dana hibah yang diberikan oleh Kemendikbud dalam program Kampus Merdeka. Terdapat 8 bentuk kegiatan yang diarahkan oleh Kemendikbud dengan masing-masing Prodi harus menerapkan minimal 2 bentuk kegiatan. Sementara prodi Teknik Industri Untag Surabaya akan mengadopsi dua kegiatan, yakni pertukaran mahasiswa dan magang. “Itu juga menjadi salah satu alasan kami mengundang DUDI karena kegiatan magang ini juga membutuhkan DUDI untuk membuat model kerjasama magang dengan mereka,” jelas PIC Kampus Merdeka prodi Teknik Industri Untag Surabaya itu. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda