Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

TEC SIAP BANTU STUDI MAHASISWA UNTAG SURABAYA DI TAIWAN

Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menjadi tuan rumah dalam Sosialisasi Studi di Taiwan pada Senin, (9/9). Wakil Rektor 3-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. menyambut baik sosialisasi oleh Indonesia Taiwan Education Center in Surabaya ini. “Setelah lulus kuliah pasti berkeinginan melanjutkan apa yang dicita-citakan. Lulus S1 lanjut ke S2, begitu pun setelah lulus S2 lanjut ke S3,” kata Muafaq. Menurutnya studi lanjut harus ditempuh apalagi bagi bercita-cita menjadi dosen, “Kita gencar untuk memotivasi dosen menempuh S3. Taiwan merupakan negara yang cukup maju di bidang industri dan pendidikan, bisa menjadi pilihan. Perlu diingat, studi lanjut di luar negeri membutuhkan kemahiran berbahasa dan adaptasi diri.”

Primasari Cahaya Wardhani, M.Sc. tampil dalam sosialisasi mewakili Indonesia Taiwan Education Center in Surabaya. Dia menuturkan, “Kami perwakilan resmi dari Kementerian Pendidikan Taiwan. Kami siap membantu teman-teman yang ingin studi lanjut di Taiwan tanpa memungut biaya sepeser pun.” Dia pun memaparkan, “Taiwan bisa menjadi pilihan karena lima universitas di sana sudah masuk 100 besar universitas terbaik di dunia. Karena kualitas pendidikan di Taiwan dijamin oleh pemerintah tidak ada perbedaan antara negeri dan swasta. Pada tahun 2015 ada 4.000 Mahasiswa Indonesia dan pada  2018 berkembang menjadi 21.000 Mahasiswa. Jadi anda tidak perlu khawatir karena banyak WNI di sana.”

Lebih lanjut Primasari mengatakan, “Jika tidak bisa Bahasa Mandarin maka bisa memilih program studi dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Jangan khawatir, dosen di Taiwan merupakan  lulusan Inggris dan Amerika. Fasilitas pembelajaran juga memadai dan aman. Meski demikian, biaya kuliah tidak mahal dan tidak ada uang pangkal. Banyak beasiswa yang ditawarkan.” Dia pun menerangkan keunggulan berkuliah di Taiwan, “Ada layanan pembelajaran Bahasa Mandarin gratis, jadi setelah pulang bisa bahasa mandarin. Di sana kita juga dibebaskan untuk bekerja paruh waktu secara legal, tidak lebih dari 20 jam seminggu. Setiap universitas menyediakan asrama dengan harga bersahabat. Yang terpenting, kita bisa mendapatkan pengalaman cross cultural competence setelah bertemu teman-teman asing lainnya.”  (UM/ZE)

Login dengan Username dan password Siakad Anda