Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Tantangan Profesionalisme Kerja Psikologi di Industri 4.0

Pada era Revolusi Industri 4.0, seorang Psikolog dituntut untuk mampu berpikir seperti generasi milenial. Hal tersebut dikarenakan klien yang dihadapi seorang Psikolog saat ini tidak jauh dengan permasalahan yang dihadapi Generasi Z itu. Khususnya, parenting. “Di era industri 4.0 ini, parenting harus betul-betul disiapkan,” terang Josephine Maria Julianti Ratna M.Psych., Ph.D. Menurutnya, adanya kemajuan teknologi mengharuskan peranan orang tua menjadi lebih siaga saat mendidik serta mengawasi anak. “Harus selalu siaga karena semuanya saat ini serba otomatis dan mudah untuk mengakses apapun,” katanya.

Ilmu parenting menjadi amat penting melihat dampak yang besar bagi fase kehidupan anak kelak hingga tua. Namun, perbedaan jaman membuat gaya parenting tidak sama lagi. Generasi Z sering memposisikan dirinya untuk selalu tidak tinggal diam dalam mengolah otaknya. Dengan memanfaatkan teknologi yang serba canggih, mereka dapat melakukan hal apapun dengan bebas dan luas. “Generasi sekarang memainkan teknologi dan inovasi. Kita juga harus seperti itu,” jelas Josephine dalam Kuliah Umum yang bertempat di Meeting Room gedung Prof. Dr. H. Roeslan Abdul Gani, Kamis (29/8).

Menekankan tema Kuliah Umum, yakni “Profesionalisme Kerja Psikologi di Industri 4.0”, mantan Sekjend Pengurus HIMPSI Pusat itu berpesan agar Psikolog dapat memadukan bidang Ilmu Psikologi dengan perkembangan jaman. “Jangan sampai tertinggal dan tergerus oleh jaman yang kemudian nantinya profesi Psikolog akan hilang. Harus terus melakukan inovasi-inovasi terbaru,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Psikologi Untag Surabaya-Dr. Suroso, MS., Psikolog. Dalam mempelajari Ilmu Psikologi, dibutuhkan kemauan untuk terus mengasah kompetensi agar sesuai dengan dinamika kehidupan. Apalagi dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0, bidang Ilmu Psikologi harus bisa dikaitkan dengan bidang ilmu yang lain.

“Profesionalisme Psikolog bukan hanya terkait masalah kompetensi saja, tetapi juga mengenai kode etik. Kode etik bukan hanya sekedar baik dan sesuai aturan, melainkan harus terus ditingkatkan. Karena kalau dikaitkan dengan jaman sekarang, Psikolog harus siap menghadapi kondisi seperti apapunn. Oleh karena itu, yang harus dipelajari bukan hanya bidang ilmu Psikologi murni, tetapi juga Psikologi terkait dengan bidang ilmu lainnya,” paparnya dihadapan mahasiswa Pascasarjana Fakultas Psikologi Untag Surabaya. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda