Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Tantangan dan Kesiapan Sarjana Teknik Industri Pasca Pandemi

“Peluang sarjana Teknik Industri sangat besar. Tantangannya cuma satu, malas atau tidak mau,” kata Ir. Bambang Soendjaswono, MT saat menjadi narasumber dalam Webinar Stadium Generale Prodi Teknik Industri Untag Surabaya, Sabtu (20/6). Dalam materinya yang bertajuk “Peluang dan Tantangan Sarjana Teknik Industri pada Industri Kemaritiman, Bambang menjelaskan, rata-rata alumni Perguruan Tinggi memiliki gap saat memasuki dunia kerja. Hal ini, menurutnya adalah, hal yang wajar karena tidak adanya pengalaman. Meski nantinya akan terjembatani dengan tacit knowledge, yakni pengetahuan yang diperoleh saat bekerja.

Direktur utama PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) itu menjelaskan, “magang itu sangat membantu Anda semua untuk menjembatani saat anda lulus dan masuk ke dunia kerja nyata. Jadi di Untag ada program magang, kalian harus ikuti dengan baik.” Ia juga menyarankan agar selama mahasiswa mengasah ilmu di Perguruan Tinggi, diharapkan mampu mengasah kemampuan intelegensia maupun kecerdasan emosional. Hal ini menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun penentuan karir kedepannya. “Bukan hanya berbekal ilmu pengetahuan saja, melainkan softskill juga, seperti sikap, leadership, komunikasi, hingga networking,” paparnya.

Dalam materinya, Bambang juga menyebutkan tantangan professional Teknik Industri: keahlian, pengakuan dan mindset. Ia juga memaparkan prediksi dari World Economic Forum terkait 10 skill utama yang dibutuhkan pada tahun 2020. 10 skill tersebut adalah pemecahan masalah komplek, berpikir kritis, kreativitas, manajemen SDM, koordinasi, kecerdasan emosional, penilai dan pengambil keputusan, orientasi melayani, negosiasi dan fleksibiltas kognitif. Dilanjutkan olehnya, “perkembangan pesat saat ini harus diikuti dengan baik. Sebagai seorang Sarjana Teknik Industri harus mampu mengelola sebuah pabrik dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0, jadi menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.”

Hal yang sama juga disampaikan oleh Aidah Puspitasari, ST. Menurutnya, tenaga kerja Indonesia harus meningkatkan kualitas dirinya agar siap bersaing dengan tenaga kerja luar. Hal ini melihat makin berkembangnya arus informasi yang membuat iklim ketenagakerjaan semakin dinamis. “Olehnya pembekalan diri untuk mahasiswa semester enam ke atas yang akan memasuki dunia kerja kini menjadi semakin penting,” terangnya. Manajer HRD PT. Yuri Indo Apparel itu menyarankan mahasiswa agar sedari dini mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait dunia kerja. “Mulai cari info dan filter sesuai bidang Anda. Lebih bagus lagi cari pekerjaan yang sesuai minat dan kemampuan Anda,” tutur alumni Prodi Teknik Industri Untag Surabaya Angkatan 2013 itu.

Dalam pemaparannya, Aidah menerangkan tips sukses di dunia kerja. Pertama, meninggalkan mental anak kampus dengan memiliki rasa tanggung jawab, kredibilitas dan loyalitas. Selain itu, berpenampilan professional juga dibutuhkan guna menjadi salah satu personal branding. Dalam dunia kerja, cerminan kualitas pribadi seseorang bisa dilihat dari attitude. Penting bagi karyawan memiliki perilaku yang baik. Terakhir, selalu perluas jaringan dan menjaga hubungan serta terus mau belajar. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda