logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Tak Pantang Menyerah, Amel Raih Medali Perak Dalam Kejuaraan Pencak Silat

Mahasiswa Fakultas Psikologi - Ade Amelia Siska Tiana turut menyumbang prestasi untuk Univeritas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Mahasiswa yang duduk di semester 6 ini berhasil membawa pulang Medali Emas Pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Magelang Championship 2022 kategori tanding kelas B putri. Digelar di GOR Samapta Magelang, (27-29/5), mahasiswa yang akrab disapa Amel ini mampu berhadapan dengan berbagai peserta dari Universitas Tidar, Perguruan Tapak Suci, Merpati Putih, dan Pagar Nusa.

Amel menuturkan keberhasilannya dalam meraih medali emas menjadi moment terindah dalam hidupnya. “Dulu saat di Madrasah Tsanawiyah (MTS), saya pernah mengikuti pertandingan tingkat kabupaten tetapi gagal melaju ke final. Namun saat ini saya bersyukur, senang sekali dan tidak menyangka akan mendapatkan medali emas, ini adalah moment yang sangat indah yang bisa saya rasakan,” ujarnya saat diwawancara. Ketertarikannya pada seluruh cabang olahraga telah dimiliki sejak duduk di bangku SD, namun dirinya memilih untuk menekuni pencak silat. “Dari kecil sampai saat ini saya masih setia dengan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Bangga dan bahagia sekali bisa menjadi bagian dari keluarga besar UKM PSHT Untag Surabaya, saya nyaman seperti memiliki keluarga baru,” paparnya.

Untuk mengikuti kompetisi ini, Amel mengaku sudah berlatih sejak Februari dengan jangka waktu 1 sampai 2 kali dalam dua minggu. Salah satu latihannya adalah mengadakan sparing untuk kesiapan atlet saat di gelanggang. “Biasanya saya latihan fisik, mental, dan teknik. Lalu satu minggu sebelum berangkat ke Magelang ada sharing mengenai kelengkapan yang diperlukan saat pertandingan, lokasi pertandingan, dan latihan apa yang perlu di tambah,” papar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Amel bersama keempat anggota UKM PSHT Untag Surabaya lainnya berjuang untuk melewati berbagai tahapan. “Saya melewati babak penyisihan, lalu masuk ke babak perempat final, dilanjutkan dengan babak semi final, dan yang terakhir babak final,” terangnya. Amel mengaku dengan pandemi yang melanda itu adalah tantangan untuk dirinya karena membuatnya vakum sehingga berat badan sempat naik. “Setelah lama vakum dan tidak latihan karena pandemi melanda dan tidak mengikuti kompetisi, sehingga kompetisi kali ini merupakan pembuktian untuk meraih yang selama ini belum terwujud. Dan juga kemarin saat cek berat badan ternyata over dari kelas B yang sudah ditentukan, jadi saya hanya memiliki waktu 36jam untuk menurunkan berat badan.”

Ucapan terima kasih tak lupa disampaikan Amel untuk dukungan yang telah diberikan Untag Surabaya. “Saya sangat berterima kasih kepada Untag Surabaya yang selalu mendukung kami dalam seluruh kompetisi yang ada. Tentunya itu membuat kami terus termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Kampus Merah Putih ini,” ungkap Alumnus SMK Al-Hikmah Curug, Tangerang.

Kegigihannya dalam meraih prestasi membuat Amel dipercaya UKM PSHT Untag Surabaya untuk menjadi pengurus divisi prestasi. “Tugas saya untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di UKM PSHT. Secara tidak langsung juga bisa mengasah kembali kemampuan saya saat bertanding di gelanggang,” terangnya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT