Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Sutradara Hollywood Livi Zheng Bahas Patriotisme di Untag Surabaya

Nama Livi Zheng telah mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilman internasional. Ia adalah produser, sutradara, penulis latar, aktris dan juga pemeran pengganti asal Indonesia yang berkarier di Hollywood. Perempuan kelahiran Blitar, 3 April 1989 ini telah menghasilkan banyak film Hollywood, diantaranya The Empire’s Throne, Legend of The Best, Brush with Danger dan Untitled Action Thriller. Salah satu karya film miliknya, Brush with Danger (2012) menjadi salah satu seleksi nominasi Oscar 2015.

Pada Kamis (8/8), Produser kenamaan ini mengisi kuliah tamu bertajuk “True Patriotism in Screen: Bring Indonesia to the World View” di Gedung Graha Wiyata lantai 9 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Peserta yang menghadiri kegiatan tersebut adalah siswa SMP, SMA, Mahasiswa dibawah naungan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya.

Dr. Sukarno Hs, M.Si selaku ketua panitia kegiatan menyebutkan kehadiran Livi Zheng bertujuan untuk mengenalkan sekaligus memantapkan jiwa dan sikap patriotisme peserta yang hadir. “Livi Zheng merupakan seorang patriotis sejati yang lahir di Indonesia, besar di luar negeri namun tetap menggelorakan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Livi Zheng berusaha memperkenalkan dan menampilkan budaya Indonesia di kancah Internasional dalam setiap karya-karyanya. Pada karya terbarunya yang berjudul Bali: Beats of Paradise, ia menonjolkan budaya Gamelan Bali. Hal ini menunjukkan kebanggaan dan kecintaannya atas Indonesia. “Kita berharap kehadiran Livi Zheng mampu menginspirasi peserta untuk membuat karya film tentang patriotisme nanti di kampus merah putih atas profesi dia sebagai sutradara yang cukup handal,” papar Sukarno.

Dalam kuliah tamu yang dimoderatori oleh AAI Prihandari Satvika Dewi (Kaprodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya), Livi menuturkan, lewat film karyanya, seluruh dunia diharapkan bisa mengenal keindahan Indonesia. “Meski saya tidak di Indonesia, saya mencoba selalu mempresentasikan Indonesia ke banyak orang,” ujar penggemar Bruce Lee itu. Ditambahkan oleh Livi, generasi muda harus memiliki jiwa daya juang, “harus ngga boleh menyerah. Ngga boleh kering juga idenya. Kalau sudah mulai kering, harus mulai belajar terus.”

“Yang terpenting dari jiwa patriotis adalah ngga boleh baperan. Boleh sedih atas kegagalan namun maksimal hanya 3 jam setelah itu harus move on,” pungkas Livi. Ia kemudian menutup kuliah tamunya dengan pesan agar generasi muda harus memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Juga agar tidak mudah menyerah dengan mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki, “jangan beri anda peluang untuk gagal!” (ua/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda