logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Sukses Raih Hibah, Untag Surabaya Raih Dua Penghargaan

“Tentu bersyukur Alhamdulillah, Untag Surabaya berada pada di posisi tiga besar untuk judul terbanyak dan juga menjadi lima besar untuk nominal perolehan dana tertinggi. Selain itu juga terdapat enam pendanaan proposal pengabdian kepada masyarakat dan empat judul untuk proposal penelitian yang meraih hibah Kemendikbud Ristek Replublik Indonesia,” ucap rasa syukur Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. saat ditemui di ruangannya.

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada dosen, khususnya penelitian dan pengabdian. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan sepuluh proposal yang meraih pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (DRTPM Kemendikbud Ristek) RI Tahun Anggaran 2022.

Dengan capaian tersebut, Untag Surabaya menerima penghargaan sebagai salah satu Penerima Jumlah Judul Abdimas Terbanyak dan Penerima Jumlah Dana Abdimas Tertinggi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII dan melakukan Penandatanganan Kontrak dan Penyamaan Persepsi Penugasan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2022 di Meeting Room Gedung Pusat Yayasan dan Rektorat lt.4 dan dihadiri sepuluh tim dosen peraih pendanaan serta Wakil Rektor I – Harjo Seputro, S.T., M.T., (22/6).

Rektor Untag Surabaya berharap untuk tahun ini kualitas penulisan proposal harus meningkat dan up to date. “Setiap tahunnya target pasti naik, jadi kita selalu belajar. Memang jika dibandingkan tahun 2019 terdapat penurunan, tetapi itu juga karena pandemi dan pendanaan kementerian dialokasikan ke pemulihan. Kini, kualitas proposal harus meningkat dan beralih ke topik yang up to date. Misalnya blue economy yang saya ambil dan juga lolos pendanaan tahun ini,” ujar Prof Nug. Selain itu, Prof Nug juga menyebutkan tak hanya dosen melainkan mahasiswa juga akan terlibat. “Kita perlu menambah outcome atau luaran pada mahasiswa. Jadi ke depan bukan hanya dosen namun diharapkan sinergi antara dosen dan mahasiswa harus membuat jurnal untuk publikasi,” tutur dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya - Aris Heri Andriawan, ST. MT. menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan bagi dosen yang melakukan penelitian maupun pengabdian masyarakat. “LPPM terus berupaya dalam meningkatkan inovasi. Tentu dengan sinergi diantara sivitas akademika. Contoh sebelumnya sudah diadakan klinik penulisan di Malang dan alhamdulillah membuahkan hasil,” tuturnya.

Penandatanganan kontrak tersebut, kata Aris, menandai dimulainya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai lebih dari Rp762juta. “Secara yuridis formal, seluruh tim dosen penerima pendanaan sudah boleh melakukan kegiatan. Di harapkan seluruh proses termasuk pelaporan dapat selesai maksimal 15 Desember 2022,” katanya. Meski telah meraih pendanaan, lanjut Aris, LPPM Untag Surabaya tetap memfasilitasi tim dosen dengan memonitoring agar sesuai dengan timeline. “Kami memiliki kewajiban untuk melakukan monitoring baik internal maupun eksternal. Harapannya bisa sesuai rencana dan timeline serta sesuai harapan pemerintah,” imbuhnya.

Tak hanya peningkatan terkait jumlah judul proposal dan capaian pendanaan DRTPM, Aris menambahkan bahwa LPPM Untag Surabaya juga turut berupaya meningkatkan publikasi. “Secara SDM, kami juga support peningkatan h-index untuk peningkatan jabatan fungsional,” tambahnya. Aris berharap, sinergi dapat terus dilakukan oleh seluruh sivitas akademika. “Semoga dengan sinergi dan gotong royong, pada 2023 kita bisa meraih pendanaan dua hingga tiga kali lipat,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT