logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Sukses Digelar, Dosen Baru Untag Surabaya Dibekali Implementasi Nilai Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan

Rabu-Kamis, (27-28/7), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar orientasi dosen baru di hari ketiga dan keempat ini telah mencapai puncaknya. Kegiatan berlangsung di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lt. 1 yang menghadirkan langsung Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya - J. Subekti, SH, MM dan Sekretaris YPTA - H.R. Djoko Soemadijo, SH.

Sekretaris Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya - H.R. Djoko Soemadijo, SH. memaparkan sejarah Untag Surabaya. “Untag Surabaya berdiri atas inisiasi Bung Karno, sehingga dalam hal ini kita memiliki ciri khusus yakni Kampus Nasionalis atau Kebangsaan karena harapannya seluruh sivitas akademika Untag Surabaya memiliki wawasan kebangsaan,” paparnya. Dirinya menyebut Untag Surabaya sebagai ‘Indonesia in Miniature’, karena mulai dari pejabat struktural, dosen, mahasiswa, hingga tendik berasal dari beragam kebudayaan. “Memang kita harus menonjolkan ciri tertentu dan kita bisa bersatu karena saling menopang dan saling menyatukan diri. Inilah kami NKRI,” lanjutnya. Menurutnya sejarah merupakan suatu identitas diri yang patut dibanggakan. “Dasar Negara kita adalah Pancasila, artinya ini menjadi identitas maupun jati diri bangsa Indonesia, wajib kita banggakan,” papar Sekretaris YPTA.

Di akhir hari orientasi dosen baru ini di tutup oleh Ketua YPTA Surabaya – J. Subekti, SH, MM. hadir dalam memberikan pemaparan materi Implementasi Nilai-nilai Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan. “Pada awalnya Untag se-Indonesia didirikan berdasarkan ideologi PNI yaitu Marhaenisme yang intinya mengandung tuntunan bertindak berdasarkan Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun dalam perjalanan sejarahnya, Untag harus eksis sebagai lembaga pendidikan independen yang terlepas dari pengaruh dan campur tangan PNI,” terangnya. Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bagaimana implementasi Pancasila dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Untag Surabaya. “Kita harus mengokohkan diri sebagai Kampus Nasionalis, Kampus Merah Putih. Konsisten itu diperlukan, karena kita memiliki prinsip mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa mengorbankan nilai-nilai akademik, mutu lulusan, capaian akreditasi, dan kesejahteraan Sivitas Akademika Untag Surabaya,” jelasnya. Bekti mengatakan Untag Surabaya menggalakkan anti intoleransi, anti radikalisme atau terorisme, anti kapitalisme dan komunisme, serta anti penetrasi budaya asing. “Ini upaya kami dalam menjaga kemerdekaan,” imbuhnya.

Ditemui di akhir acara, Dosen Baru Fakultas Teknik Industri – Sigit Ananda Murwato, S.Kom., M.MT yang merupakan salah satu peserta ini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Untag Surabaya. “Saya harap bisa menjalani tugas ini sebaik mungkin sampai menjadi guru besar dan pastinya sesuai dengan Visi Untag Surabaya di tahun 2035,” tuturnya. Senada dengan Sigit, Dosen Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Irda Agustin Kustiwi, S.A., M.A juga memberikan respon positif. “Untag Surabaya termasuk salah satu Universitas unggul, salah satunya bersinergi adalah peran penting untuk berkembang bersama dan semakin jaya,” harapnya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT