logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Sempat Cedera, Dion Tak Gentar Berjuang dan Raih Medali Perunggu

Prestasi demi prestasi terus disumbangkan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur Tahun 2022. Salah satunya adalah ahasiswa Fakultas Hukum - Dionisius Daniel Rojo yang berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga Tarung Derajat Kelas 67,1kg Putra yang digelar di Gedung Olahraga Pertamina Universitas Brawijaya Kota Malang pada Minggu, (27/3). Akrab disapa Dion, dia bertanding melawan enam peserta lainnya pada kelas yang sama dari berbagai perguruan tinggi lainnya di Jawa Timur.

Pada kompetisi tersebut, dia berhadapan dengan wakil tuan rumah saat babak semi final. “Dari situ saya mengalami cedera hingga dirawat tim medis dan dibawa ke IGD Rumah Sakit Universitas Brawijaya,” ungkapnya. Dion yang mengalami patah hidung, mengaku kurang puas dengan capaian tersebut. “Perasaannya kurang menyenangkan karena tidak boleh melanjutkan pertandingan, padahal saya masih sanggup bertanding,” tuturnya. Meski demikian, Dion bersyukur bisa menyumbangkan medali perunggu untuk Untag Surabaya. “Saya tetap bersyukur bisa bawa pulang medali. Walau perunggu, mungkin dari situ dapat dilihat bahwa ada yang proses latihannya lebih baik daripada saya,” kata bungsu dari dua bersaudara ini.

Dituturkan oleh Dion bahwa dirinya suka dengan olahraga bela diri sejak tahun 2017. “Di bangku SMA, saya mengikuti taekwondo hingga 2020 dan pernah mendapatkan enam medali emas. Lalu saya sempat vakum dari pertandingan dan kembali aktif di cabor Tarung Derajat pada tahun 2021 karena ingin mencoba hal yang baru,” ungkapnya. Dion kemudian aktif berlatih tarung derajat. “Saya latihan di Satlat Semeru, bertempat di DOJO Polda Jawa Timur dan saya menambah latihan saya mandiri di rumah,” sebutnya.

Menuju Pomprov 2022, Dion melakukan persiapan dalam waktu singkat. “Saya latihan selama tiga minggu karena pelatih mendapatkan info mendadak. Jadi hanya satu orang atlet tarung derajat yang dikirimkan oleh Untag Surabaya. Pelatih saya, Ridho Haikallullah yang menjadi official selama bertanding di Universitas Brawijaya,” katanya. Dia menegaskan pentingnya manajemen waktu selama berlatih. “Tantangan yang dihadapi yaitu membagi waktu kuliah dan latihan. Tentu ada ada rasa malas tapi saya lawan dengan tekad saya untuk menambah prestasi saya,” tutur alumnus SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya ini.

Dion termotivasi untuk terus berlatih dan mengikuti perlombaan lainnya. “Semoga saya bisa mendapatkan medali emas di saat bertanding dengan membawa nama kampus Untag Surabaya,” harapnya. Dia pun berharap bisa mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tarung Derajat. “Saya memiliki rencana untuk mendirikan UKM Tarung Derajat agar bisa menjaring semakin banyak atlet berbakat yang bisa menyumbangkan prestasi,” lanjutnya. Dia juga berpesan agar mahasiswa memiliki daya juang yang tinggi. “Kalau latihan terus menerus tanpa tekad juara buat apa, tetap semangat untuk menjadi juara. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu hal yang baru,” tutup Dion. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT