logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Seminar Nasional Bersama Bupati Ponorogo: Bangun Ekosistem MBKM.

Untag Surabaya menggelar Seminar Nasional kolaborasi Universitas, Industri, dan Pemerintah Daerah bertajuk ‘Bersama Membangun Ekosistem MBKM’, pada Senin (27/12). Seminar ini mengundang 3 narasumber, yakni Bupati Ponorogo-H. Sugiri Sancoko, SE., MM., CEO CV Wana Indoraya Lumajang-Ir. Ratna Hartayu, MT., dan BPPM Universitas Brawijaya-Muh. Nuh, S.IP., M.Si. Sementara itu, Rektor Untag Surabaya-Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., tampil menjadi keynote speaker. Seminar dibuka dengan penandatanganan perpanjangan MoU pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian) antara Untag Surabaya dengan Kabupaten Ponorogo.

Untag Surabaya yang saat ini menerima 13 Hibah MBKM dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek) yakni 7 penelitian dan 6 pengabdian. Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., menaruh harapan positif pada pengimplementasian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Untag Surabaya. “Lulusan perguruan tinggi tidak boleh memiliki 1 disiplin ilmu, tapi bisa 2 sampai 3. Dengan MBKM maka mahasiswa boleh mengambil mata kuliah di luar program studi atau bisa melakukan bermacam-macam aktifitas seperti magang maupun riset independent,” harap Rektor Untag Surabaya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ponorogo turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Untag Surabaya atas kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Plunturan Kabupaten Ponorogo. Meski Matching Fund telah berakhir di bulan Desember ini, Untag Surabaya terus berkomitmen untuk tetap bekerjasama. “Terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pluturan, harapannya tidak hanya Desa Plunturan yang ingin dibimbing namun desa lain. Saya siap mempersiapkan apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Pada Seminar Nasional yang dimoderatori oleh Karolin Rista Rumandjo, M.Psi., Bupati Ponorogo menyampaikan materi Percepatan Transformasi Ekonomi Ponorogo. Disampaikan olehnya, Kabupaten Ponorogo ingin menghadirkan para peneliti dan mahasiswa untuk membantu desa. Terlebih dalam kondisi pandemi seperti saat ini, masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Dengan adanya MBKM dari Untag Surabaya, kondisi masyarakat desa Plunturan sudah semakin baik. Terbukti dengan diundangnya Ponorogo untuk mengikuti Anugrah Desa Wisata oleh Menteri Parwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

“Hadirnya Untag Surabaya ditengah masyarakat Desa Plunturan mampu menyadarkan masyarakat desa mengenai ramah tamah dengan wisatawan, teknologi dan lain sebagainya sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Dengan adanya desa binaan seperti ini, sehingga pada tahun ini Ponorogo diundang oleh Mas Mentri Sandiaga Uno untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata,” jelas bupati yang akrab disapa Kang Giri itu.

Pada kesempatan yang sama hadir pula Ir. Ratna Hartayu, M.T., dari CV. Warna Indoraya Lumajang selaku pemateri dari sektor industri. Dengan topik ‘Peran Industri dalam Mendukung Terlaksananya Program MBKM’, materi kedua dimoderatori oleh Hery Murnawan, S.T., M.T. Seminar Nasional kemudian ditutup dengan pemaparan materi ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Membentuk Ekosistem MBKM’ oleh Dr. Muhammad Nuh, S.IP., M.Si. yang dimoderatori Yusuf Hariyoko, S.AP., M. AP..

Perguruan tinggi di tuntut untuk merancang pembelajaran yg inovatif dan kreatif, kampus merdeka menjadi sebuah pilihan bahwa mahasiswa diberikan sebuah otonomi untuk belajar secara mandiri sehingga lahir sebuah kreatifitas. “Hal yang lebih penting di dalam kegiatan ini salah satunya yaitu hak belajar 3 semester diluar kampus dengan erbagai program MBKM,” ujar pemaparan penutup yang disampaikan oleh Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Administrasi Universiras Brawijaya Malang. (am/ua/rz)



PDF WORD PPT TXT