Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Seminar Lintas Prodi Hadirkan Pakar Data Science

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus Agustus 1945 Surabaya melalui mata kuliah Data Science for Communication menggelar guest lecturer pada Jumat, (15/5). Dengan tema ‘Penggunaan Data Science dalam Komunikasi Publik Penanganan COVID-19’, kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa dari 2 program studi lainnya yakni Teknik Informatika dengan mata kuliah Teknik Temu Kembali Informasi dan Teknik Industri dengan mata kuliah Kapita Selekta. Hal ini merupakan wujud penerapan Kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Nadiem Makariem.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi-AAI Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom. berharap dengan kuliah tamu ini mahasiswa bisa mendapatkan insight baru terkait penggunaan data science. “Kita sudah lama hidup dengan mengarang sesuatu yang bukan berbasis data untuk menyampaikan informasi, argumen. Semoga dengan kuliah tamu ini dapat mengawali sudut pandang baru terkait data science,” katanya.

Chief Data Officer Lokadata-Ahmad Suwandi yang tampil sebagai pemateri setuju bahwa banyak pengambilan yang tidak berbasis pada data yang benar, “Kalaupun memakai data, yang digunakan berupa data yang asumtif dan data tidak valid.” Suwandi menyoroti pentingnya Komunikasi Publik dalam menyebarkan data yang sudah berkembang menjadi pengetahuan. Menurutnya data yang tidak dikomunikasikan hanya akan menimbulkan asumsi, misinformasi, penyalahgunaan dan kebohongan statistik.

Suwandi menyebutkan, ada 4 syarat data untuk Komunikasi Publik, “Tidak semua data bisa digunakan untuk analisis, jadi harus otoritatif artinya dikeluarkan otoritas. Di samping itu harus bersumber dari penelitian oleh lembaga riset, asosiasi profesi atau akademisi.” Dia melanjutkan bahwa data juga harus melalui metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan serta bisa diakses dan ditelusuri sampai titik terkecilnya. “Misalnya dalam penanganan COVID-19, otoritas mengeluarkan data pasien hingga level kelurahan. Data dikumpulkan bahkan sedunia, dan di-update secara rutin meski beberapa negara menolak untuk mempublikasikan,” imbuhnya.

Yang sering dilupakan dalam pengelolaan data, tambah Suwandi, adalah konteks, “Dalam data COVID-19 yang dibahas bukan hanya tentang virusnya saja, tetapi juga dari sisi pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal tersebut bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh otoritas.” Dia menegaskan pentingnya peran Komunikasi Publik dalam memberikan konteks atas data yang diolah agar bisa dikonsumsi masyarakat, “Data tetaplah angka yang tidak bermanfaat jika tidak diolah menjadi pengetahuan. Pemberian konteks di dalamnya menjadikan data sebagai materi yang mudah dikunyah masyarakat.” (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda