Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Seminar Industri Kreatif di Era Milenial Jadi Penutup Kegiatan Technofest 2K19

Rangkaian acara Technofest 2k19 yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Untag Surabaya (Himatifta) akhirnya ditutup dengan Seminar Industri Kreatif di Era Milenial, Selasa (25/6). Sebelumnya, rangkaian Technofest dibuka dengan Workshop Data Science, Lomba Design Web dan Pameran Start Up. Seminar yang bertajuk “Mengembangkan Teknologi dalam Industri Kreatif di Era Milenial” ini diselenggarakan di Gedung Graha Wiyata lantai 9 Untag Surabaya dengan 3 narasumber: Mochammad Firdaus (Software Engineer Warung Pintar), Ahmad Fatoni (AVP of Quality DOT Indonesia) dan Cynthia Cecilia (CEO Jobhun).

Memulai materinya, Mochammad Firdaus menjelaskan terlebih dahulu secara singkat sejarah dan perkembangan Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0. “Dimulai sejak kurang lebih tahun 1784, Revolusi Industri 1.0 dimulai dengan adanya mesin uap,” bukanya. Perkembangannya kemudian dilanjut dengan ditemukannya teknologi pembangkit tenaga listrik dan juga mesin yang menandakan masuknya era Revolusi Industri 2.0. Selanjutnya munculnya teknologi digital dan internet menjadi era Revolusi Industri 3.0.

Pada Revolusi Industri keempat atau 4.0, Firdaus menyampaikan, kemunculannya ditandai dengan superkomputer, robot pintar, dan lain-lain. “Jadi semuanya sudah mulai terkonektivitas dengan Internet of Things (IoT). Ragamnya ada juga Artificial Intelligence (AI), Shared Platform, Bio-Technology, dan banyak lagi,” terangnya. Tantangan yang dihadapi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) pada jaman Revolusi Industri 4.0 ini terbilang cukup besar. Namun, menurut Firdaus, Artificial Intelligence (AI) tidak akan bisa menggantikan posisi manusia. “Sehebatnya AI tidak bisa memiliki kreatifitas dan juga empati sebagaimana yang dimiliki oleh manusia,” terangnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Ahmad Fatoni. Dirinya menekankan pada peserta seminar yang merupakan notabene masih berstatus mahasiswa untuk bersiap sebelum memasuki dunia kerja dengan banyak tantangan terutama dalam Revolusi Industri 4.0 ini. “Sebelum memasuki dunia kerja, ketahui dan kenali potensi kalian. Rubah juga pola pikir dengan harus berani mencoba serta mau belajar dari kritikan,” ulasnya. Ia juga menyarankan agar peserta sesegera mungkin menentukan tujuan. Fatoni menjelaskan, “mau jadi pekerja kantoran atau bahkan memulai Startup, harus kalian tentukan dari sekarang.”

Sementara itu, sebagai Chief Excecutive Officer (CEO) Jobhun, Cynthia Cecilia menjelaskan lebih lanjut mengenai Startup. “Pada saat ini, istilah Startup memang tengah menjadi perbincangan. Namun, banyak yang salah kaprah mengenai pengertiannya,” jelasnya. Startup sendiri merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi atau perusahaan rintisan. Menurut Cynthia, meski bisnis Startup lebih identik dengan bisnis yang berbau teknologi, web dan internet, namun sebenarnya bisa berbagai macam. Bahkan, bisnis makanan maupun pakaian bisa juga disebut bisnis Startup. “Jadi, revolusi industri bukan sesuatu yang harus ditakuti, karena kreatifitas itu hanya dimiliki oleh manusia,” tegasnya. (ua/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda