Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Sabet 3 Medali Pra PON Cabor Panjat Tebing, Fitria Hartani Wakili Jatim pada PON 2020

Fitria Hartani tak menyangka bahwa hobi memanjatnya mampu mengantarkannya menjadi atlet panjang tebing profesional. Tak tanggung-tanggung, 3 medali dalam kejuaraan Pra PON XX Zona 2 Surabaya yang terselenggara akhir September lalu berhasil ia raih. Dalam kejuaraan bergengsi itu, mahasiswa Fakultas Psikologi Untag Surabaya ini resmi mendapat kursi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 mendatang mewakili Jawa Timur.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Untag Surabaya itu menjelaskan, dalam kejuaraan panjat tebing, ada 3 kategori yang dipertandingkan yakni speed climbing, lead climbing, dan boulderi. “Kalau speed climbing, itu adu cepat. Terus kalau lead itu tinggi-tinggian. Jadi ada rute tertentu yang pegangannya nggak asal naruh dan butuh strategi bagaimana bisa sampai atas. Sedangkan boulderi itu tanpa pengaman, maksudnya tanpa tali. Ada matras tebal dibawahnya, cuma yang pakai gerakan ekstrim dan juga pegangan ekstrim itu ya di boulderi,” terang Fitri saat diwawancara, Selasa (5/11).

Lebih lanjut Fitria menjelaskan untuk panjat tebing kategori boulder ada empat jalur atau rintangan yang harus diselesaikan. Masing-masing jalur diberikan waktu 4 menit, yang menang adalah yang paling sedikit waktu percobaannya, lebih-lebih jika bisa dalam satu kali percobaan.

Sedangkan untuk kategori combined, merupakan kategori baru dalam panjat tebing dimana pemanjat diharuskan menyelesaikan semua kategori yakni speed, boulder dan lead. “Kategori combined ini yang paling sulit diantara yang lain,” akunya. Namun, ia berhasil menyabet 3 medali sekaligus. “Alhamdulillah kemarin dapat 3 medali pada 3 kategori,” ungkapnya. 3 medali itu ialah juara 1 kategori boulder team, juara 2 kategori boulder perorangan dan juara 3 kategori combined.

Mahasiswa yang akrab disapa Pipit ini mengaku sudah menekuni olahraga panjat tebing sejak umur 10 tahun. “Dulu Ibu yang ngasih tau saya kalau ada club panjat tebing dekat rumah. Saya diminta buat ikut itu (club) karena melihat saya suka manjat,” kenang Pipit. Ia kemudian tergabung dalam club panjat tebing bernama “Rock Hobbies Center” pada tahun 2005 sampai 2008. Pada tahun 2009 ia kemudian resmi menjadi atlet KONI Jawa Timur hingga saat ini. “Keluarga sangat mendukung. Namun memang sejak kecil untuk pembiayaan saya diminta pelatih untuk tidak merepotkan orang tua,” katanya.

Selain kejuaraan Pra PON ini, Fitria memang sudah langganan juara. Seperti pada PON 2012, ia berhasil menyabet 1 medali emas dan 1 medali perak. Pada PON 2016, ia berhasil meraih 2 medali perak. Sedang 2017 lalu, ia berhasil meraih juara 1 lomba panjat tebing internasional kategori boulder di Malaysia.

 “Pengennya tiap orang dengar nama saya, Fitria Hartani, mereka sudah grogi duluan,” tukas Pipit. Hal tersebut ia jadikan sebagai motivasi untuk tidak bermalas-malasan dalam berlatih. Selain itu, lingkungan pertemanan di KONI juga membuatnya semangat melatih diri.

Ditanya mengenai persiapannya menghadapi PON 2020 mendatang, Pipit mengaku akan berlatih keras. Ia sendiri telah berlatih di Jepang pada akhir Oktober kemarin. “Semoga besok bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga dan bisa membawa nama baik Jawa Timur,” ungkapnya. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda