logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Rombong Knock Down Rancangan Zainal Raih Hibah Prototipe

Selama masa pandemi, masyarakat Indonesia banyak yang harus kehilangan pekerjaan. Berjualan dengan rombong menjadi alternatif meski perlu modal besar untuk membeli alat tersebut. Hal ini mendorong Dosen Program Studi Teknik Industri Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya - Dr. Ir. Zainal Arief, M.T. untuk merancang Rombong Knock Down. Melalui proposal berjudul ‘Pengembangan Prototipe Rombong Knock Down’, timnya meraih Bantuan Biaya Luaran Prototipe 2022 Kemendikbud Ristek RI.

Dalam merancang alat tersebut, Zainal berkolaborasi bersama dua dosen lainnya yakni Herlina, S.T., M.T. dan Istantyo Yuwono, S.T., M.M. serta melibatkan satu mahasiswa - Salman Al Farisi. Dia menuturkan bahwa alat tersebut merupakan penyempurnaan rancangan yang pernah dibuat. “Sebelumnya sudah mendapat Hibah Pengabdian Masyarakat dari LPPM Untag Surabaya,” tuturnya. Bersama tim, Zainal memperbaiki prototype hingga kembali mendapat hibah. “Kami mengajukan tiga model berbeda dan nantinya pengguna bisa merakit sendiri dengan cepat dan mudah. Ini keunggulannya,” ungkapnya saat di wawancara, (31/10).

Zainal mengatakan dengan sengaja merancang untuk kebutuhan masyarakat, terlebih idenya untuk merancang alat tersebut berangkat dari keprihatinan selama masa pandemi Covid-19. “Banyak masyarakat yang kena PHK. Jualan dengan rombong ini jadi solusi untuk mereka. Untuk bangkit minimal tidak butuh banyak biaya, dengan memiliki rombong mobile dan murah ini jadi salah satu solusinya,” tambah Zainal.

Dalam proposal yang diajukan Oktober lalu, Zainal dan tim mengajukan tiga model rombong berbeda. “Prototipe ini menyempurnakan rancangan yang sudah ada, jadi bisa knock down dan masyarakat bisa memilih desain yang dibutuhkan. Untuk bahan juga menggunakan akrilik ringan namun kuat, sehingga mudah untuk pemasangan dan perawatan,” paparnya. Zainal menerangkan bahwa timnya mengembangkan metode quality function deployment. “Jadi ada kuesioner untuk pengguna, sehingga bisa menentukan material apa yang cocok untuk dibeli konsumen,” terangnya.

Saat ini Zainal dan tim sedang dalam persiapan untuk merealisasikan prototipe rombong. “Saat pelaporan di bulan Desember, harapannya tiga rombong knock down yang sudah kami rancang bisa terealisasi agar bisa segera dipakai,” tuturnya. Ke depan, Zainal berharap bisa memproduksi massal rombong rancangannya. “Tentu ada rencana distribusi secara luas karena produksi massal maka harga rendah. Kalau terpakai oleh orang banyak maka manfaat terlihat. Kami juga berharap alat ini bisa dipatenkan agar menambah koleksi paten Untag Surabaya,” tandasnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT