logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Replika 3D Virus, Tim Aircov Juara 3 Mading Terbaik KMI Expo 2022

Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia ke-13 dengan tema ‘Entrepreneurs Change to Good Life’ telah usai digelar. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meloloskan lima tim mahasiswa yang mengikuti pameran secara luring di UPN Veteran Jawa Timur pada Senin-Jumat, (22-25/11). Salah satunya adalah Tim AIRCOV yang meraih prestasi sebagai Juara 3 Kompetisi Pendukung Kategori Mading 3D Kewirausahaan.

Ungkapan syukur disampaikan oleh Ketua Tim AIRCOV - Silvi Aristyanisa Ramadhani. “Alhamdulillah pastinya bersyukur bisa mendapatkan prestasi ini. Tentu ini di luar ekspektasi kami,” katanya. Silvi dan timnya mengaku tidak menyangka karena pesaing juga menampilkan mading yang tak kalah menarik. “Pameran menampilkan produk unggulan pesaing lainnya. Awalnya agak insecure, tapi kami bangga,” imbuhnya.

Dalam berkompetisi di KMI 2022, Silvi beranggotakan Zenoni Redita Alifiana Putri dari Prodi Arsitektur, dua mahasiswa Prodi Teknik Elektro: Juan Pradana Surya dan Andika Syaiful Arifin serta Natanael Ivan dari Prodi Ilmu Komunikasi. Silvi menuturkan, timnya hanya merancang mading dalam waktu satu hari. “Persiapannya sangat mepet. Jadi sehari itu mulai pembelian bahan dan alat, hingga pembuatan,” tuturnya.

Silvi menyebutkan bahwa mading yang diusung mengacu pada keilmuan yang mereka miliki. “Dalam ilmu seni dan desain, mading kami masuk dalam Nirmana Bidang 3D. Jadi desain kami menggunakan bahan yang disusun menjadi tiga dimensi,” sebutnya. Dia menerangkan bahwa mading yang dibuat merepresentasikan alat AIRCOV. “Ada replika virus dan bakteri menyebar di udara yang dikeroyok oleh replikasi ion negatif,” terangnya.

Segenggam tangan, lanjut Silvi, menjadi ciri khas AIRCOV. “Di tengah mading ada replika segenggam tangan. Artinya hanya dengan alat seukuran tangan digenggam, sudah bisa membersihkan virus dan bakteri di udara dalam ruangan ber-AC ukuran 45 meter persegi dan udara di mobil,” jelasnya. Dia melanjutkan bahwa timnya merancang alat selama satu semester. “Selama merancang hingga masa persiapan, kami mengikuti mentoring secara rutin beberapa bulan, sehingga jadi kita lebih terarah,” tambahnya.

Meski membuat mading dalam waktu singkat, Silvi dan tim bersyukur bisa membanggakan almamater. “Tentu kompetisi yang menegangkan Alhamdulillah sudah berada dititik ini, perjuangan dari titik lolos KMI tidak mudah dan penuh tantangan. Jadi kami mensyukuri pencapaian ini,” ujarnya. Mewakili tim, Silvi berterima kasih kepada seluruh pendukung. “Kami mendapatkan dukungan moril dan materil dari BKA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni). Harapannya alat ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (um)



PDF WORD PPT TXT