logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

Prodi Arsitektur Untag Surabaya Tuan Rumah Webinar Nasional

Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Webinar Lima Pesan pada Senin, (12/4). Dengan tema ‘Telisik Bersama Pentalogi Sains Arsitektur Negeri’, webinar nasional ini didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dan merupakan kegiatan pertama yang diadakan oleh Laboratorium Sains Bangunan Prodi Arsitektur Untag Surabaya. Tak kurang dari 1.000 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia menjadi peserta. Ketua Prodi Arsitektur Untag Surabaya-Muhammad Faisal, ST., MT. membuka webinar ini secara virtual.

Ketua Panitia Webinar Lima Pesan-Febby Rachmatullah Masruchin, ST., MT. mengaku bangga dengan webinar tersebut lantaran mendapat apresiasi dari berbagai pihak. “Awalnya hanya kuliah tamu namun kini berkembang jadi webinar nasional. Awalnya menargetkan 300 peserta, tapi tembus hingga 1.000 lebih peserta,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur-Yuli Kalson Sagala, ST, IAI, AA menyambut baik webinar tersebut, “Karena bermanfaat bagi akademisi dan profesi. Dunia mengalami disrupsi perubahan besar, sehingga akademisi dan praktisi harus tanggap pada perubahan.

Tampil sebagai pemateri pertama, Dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya-Ir. Agung Murti Nugroho, ST., Ph.D.dengan moderator Dr. Ir. Ibrahim Tohar, MT. Dalam materi ‘Aplikasi Kreatif Urai Rangkai Bioklimatik Masa Kini’, Agung mengatakan, “Urai rangkai mencakup riset dan desain. Harus ada keterpaduan antara arsitek dengan akademisi, pemerintah dan yang lainnya.” Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa inovasi bioklimatik berkaitan dengan 5 hal. “Ada kebaharuan pengetahuan, kebaharuan obyek, kebaharuan teknologi, kebaharuan cara/metode dan kebaharuan temuan. Jadi riset dan desain itu saling terhubung,” sebutnya.

Tak ketinggalan, Dr. Eng Muhammad Nur Fajri Alfata juga tampil sebagai pemateri dan dipandu oleh Febby Rachmatullah Masruchin, ST., MT. sebagai moderator. Mewakili Balai Sains Bangunan Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Fajri memaparkan materi ‘Metode Riset Sains Bangunan Kolonial yang Mengadaptasi Vernakular’. Dia menerangkan, “Sains bangunan mengkaji terkait interaksi internal dan eksternal lingkungan. Setelah health and safety,  maka berbicara tentang environmental separation/moderation.” Di samping itu, lanjut Fajri, keberlanjutan (sustainability) dan estetika (aesthetics) dalam pembangunan menjadi aspek yang tak kalah penting untuk diperhatikan. (um)



PDF WORD PPT TXT