logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

PKA Untag Surabaya Siapkan Karir bagi Mahasiswa Baru

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berkomitmen untuk meningkatkan untuk menyiapkan lulusan yang unggul. Senada dengan komitmen tersebut, Bagian Pusat Karir dan Alumni Biro Kemahasiswaan dan Alumni (PKA BKA) Untag Surabaya menggelar ‘Career Planning bagi Mahasiswa Baru Tahap 1 Tahun 2022’. Dengan tema ‘Temukan Potensi Dirimu Sejak Awal untuk Menggapai Karir Impian’, kegiatan pada Senin-Selasa, (13-14/11) ini bertempat di Theater room Gedung Kantor Pusat Yayasan dan Rektorat lantai enam Untag Surabaya.

Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. yang hadir membuka kegiatan menyatakan pentingnya perencanaan karir bagi mahasiswa baru. “Mulai semester satu harus melakukan career planning. Selama di Untag Surabaya akan mengikuti sebanyak tiga kali kegiatan ini. Skill anda diharapkan bisa meningkat,” katanya. Dengan career planning, lanjut Prof. Nugroho, mahasiswa akan mampu beradaptasi dengan dunia kerja. “Karir harus direncanakan karena ke depan penuh uncertainty. Kita harus planning seperti apa kita. Bekerja itu tidak seperti saat kuliah, culture berbeda,” imbuhnya.

Kepala Bagian PKA BKA Untag Surabaya - Rahma Kusumandari, S.Psi, M.Psi, Psikolog berkesempatan menyapa peserta sesi pertama dari Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. “Karir dikaitkan dengan kesesuaian diri dengan tuntutan pekerjaan. Banyak jalan untuk membangun karir. Dengan merencanakan maka akan tahu kemampuan diri,” ujarnya. Rahma menambahkan bahwa mahasiswa baru perlu merencanakan karir. “Meningkatkan pemahaman diri penting. Oleh karena itu karir perlu direncanakan secara dini karena mahasiswa baru masih labil,” tambahnya.

HRGA Manager PT. Guntner Indonesia - Florentina Nining Hastiani, S.Psi. mengatakan bahwa mahasiswa baru kurang kesadaran dalam mempersiapkan karir. “Banyak yang masih mengandalkan orang tua dan orang lain. Ada juga yang tidak merencanakan apa pun dan tetap menjalani hidup seperti air mengalir,” ungkapnya. Dia memaparkan urgensi mengidentifikasi karir. “Artinya ada proses menempatkan tujuan karir dan menentukan upaya terbaik serta meningkatkan fleksibilitas untuk mencapai tujuan karir,” paparnya.

Pada sesi kedua yang diikuti oleh mahasiswa baru Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum, Dosen Fakultas Teknik Untag Surabaya - Niken Adriaty Basyarach, ST., MT. menjelaskan bahwa karir tidak sama dengan pekerjaan. “Karir targetnya untuk pengembangan diri yang baik secara karakter, pengetahuan atau kompetensi menuju pada peningkatan tanggung jawab,” jelasnya. Menurutnya perlu untuk meningkatkan kesadaran diri dan pemahaman diri. “Dengan demikian bisa mendapat karir impian. Di samping itu juga untuk mempersiapkan diri pada penempatan yang memadai,” imbuhnya.

Mahasiswa Magister Psikologi Profesi Untag Surabaya - Andrian Diefa Hermansyah, S.Psi. juga menerangkan bahwa dalam karir selalu ada perkembangan dan kemajuan. “Dibutuhkan kematangan karir yaitu pengetahuan akan diri sendiri, pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan memilih pekerjaan, dan kemampuan merencanakan langkah-langkah menuju karir yang diharapkan,” terangnya. Diefa menyebutkan bahwa potensi diri akan turut berkembang. “Perencanaan karir juga mendorong untuk mengeluarkan lebih banyak potensi diri,” sebutnya.

Di hari kedua, Dosen FISIP Untag Surabaya - Kusnan, S.AP., M.KP. menyarankan keaktifan pada mahasiswa baru FISIP, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Vokasi. “Kalau sekedar bekerja dapat gaji ya sudah hidup akan monoton, kalau sekedar kuliah juga akan monoton, tidak akan enjoy. Kalau fokus karir, maka akan semakin meningkat,” tegasnya. Kusnan mengajak mahasiswa untuk menghargai proses. “Hal kecil akan mengubah skala jadi besar, karena hal besar dimulai dari hal kecil. Jangan menganggap remeh,” ujarnya.

Industrial organizational (I/O) Psychologist Assessment Center Assessor - Arnie Miftah Faadhilah, M.Psi., Psikolog menekankan perlunya pengenalan diri. “Kita harus mengenali dan menemukan diri. Seiring berjalan waktu pasti akan menemukan passion. Bisa merefleksikan pengalaman organisasi maupun interaksi dengan orang lain,” katanya. Menyusun goal, lanjut Arnie, juga harus direncanakan sejak lama. “Ada short term dan long term goals. Kita bisa memaknai apa yang sudah dikerjakan dan proaktif yaitu dengan memperluas jaringan, meningkatkan pengetahuan dan skill juga mengambil kesempatan,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT