Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Peringati Sumpah Pemuda, 9 Mahasiswa UNTAG Surabaya Kenakan Baju Adat Bacakan Sumpah Pemuda Saat Upacara Berlangsung

Kongres Pemuda yang terselenggara pada 28 Oktober 1928 silam menjadi salah satu usaha bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan serta tonggak awal persatuan Indonesia. Mengenang tokoh pemuda yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melangsungkan upacara bendera, Senin (28/10). Seluruh sivitas akademika baik dosen, tenaga kependidikan, hingga beberapa pengurus Organisasi Mahasiswa ikut serta dalam pelaksanaan upacara yang berlangsung di Lapangan Parkir Utara itu. Rektor UNTAG Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., secara langsung memimpin jalannya upacara.

Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan oleh Rektor UNTAG Surabaya, menyebutkan bahwa Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini mengambil tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 silam dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Tema ini juga sesungguhnya diperuntukkan untuk seluruh elemen bangsa, namun bagi pemuda menjadi keharusan karena ditangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju.

Berbeda dengan upacara pada umumnya, dalam momen kali ini 9 perwakilan mahasiswa UNTAG Surabaya membacakan hasil Kongres Pemuda 2 didepan peserta upacara. Mengenakan baju adat, mereka serentak menyebutkan bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu: Indonesia. “Setelah mendengar putusan ini, kerapatan mengeluarkan keyakinan asas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia,” ucap salah satu perwakilan mahasiswa, Andrian Thanzani saat membacakan rumusan putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia.

Ditemui usai upacara, Andrian berharap dengan adanya peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91, pemuda di Indonesia khususnya UNTAG Surabaya mampu lebih berkarya untuk Indonesia. “Lebih kreatif, lebih inovatif dan mampu membangun Indonesia lebih maju lagi,” tuturnya.

Andrian sendiri merupakan mahasiswa asal Kalimantan utara, tepatnya didaerah Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. “Sebagai anak perbatasan sih harapannya semoga kita tidak kalah berpotensi dengan anak-anak kota lainnya,” sambung mahasiswa Fakultas Hukum itu. Sependapat dengan Andrian, Farhanah Dhia Afifah berharap pemuda Indonesia juga semakin menghargai jasa pahlawan. “Bukan hanya kata-kata saja tapi juga tindakan,” harap mahasiswa asli Suroboyo ini. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda