Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Pentaskan Karya Seno Gumira, UKM Teater Kusuma Juara

Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kembali berbangga. Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Kusuma berhasil meraih prestasi dalam Festival Teater Pelajar dan Mahasiswa 2019. Kompetisi tingkat nasional ini digelar oleh Jurusan Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya dan diikuti oleh 25 teater kampus. Ketua UKM Teater Kusuma-Muhammad Hilmi menyebutkan, kompetisi ini digelar selama 2 hari, Jumat-Sabtu, (11-12/10) di Gedung Pertunjukan Sawunggaling. “Pesertanya tidak hanya dari teater kampus, ada juga yang memang berasal dari Jurusan Teater. Kalau untuk kompetisi monolog tingkat nasional mahasiswa, ini baru pertama kali,” katanya.

UKM Teater Kusuma meraih predikat Penyaji Terbaik 3 setelah dengan Teater Sirat UIN Surakarta dan Teater Sukamto Universitas Slamet Riyadi Surakarta sebagai Penyaji Terbaik 1 dan 2. Hilmi mengatakan, “Kami bisa meraih juara karena masuk di semua nominasi, yakni: aktor terbaik, artistik terbaik, pementasan terbaik. Jadi penilaian diakumulasi.” Hilmi yang tampil sebagai aktor dalam monolog mengaku dibantu oleh 6 anggota Teater Kusuma lainnya, yakni: Lailtul Fidjriyah sebagai Sutradara bersama Zainal Abidin, Ferdiansyah Oki Pratama dan Setyo Budi Hermawanto yang mengendalikan Artistik serta Pemusik yang diisi oleh Syafiq Tito dan Faisal Basri.

Hilmi menuturkan timnya melakukan persiapan selama 2 bulan, “Persiapan mulai naskah, properti semua pendanaan penuh dari kampus. Lebih cepat dari proses biasanya karena saya sebagai aktor tunggal yang memilih naskah sendiri. Karena berupa monolog, pastinya tidak ada konflik sesama aktor. Jadi hanya perlu penghalusan peran dengan sutradara.” Persiapan yang maksimal menjadikan timnya menargetkkan juara, “Kami berproses, bicara hasil itu bonus karena hasil tidak mengkhianati usaha.”

Dari 3 naskah yang didiskusikan, monolog bertajuk ‘Anjing Kurap’ karya Seno Gumira Ajidarm terpilih untuk dilombakan. “Naskah ini menarik karena jarang dipentaskan. Pernah gagal dipentaskan, karena ditentang oleh jajaran pemerintah di ibukota. Tentu ini menjadi tantangan bagi kami. Kisahnya tentang kenapa kasus Munir tidak terungkap, saya sendiri berperan sebagai petinggi pemerintah yang menjadi otak pembunuhan Munir,” imbuh mahasiswa prodi Sastra Inggris itu.

Hilmi dan timnya merasa bangga dengan pencapaian selama 2 tahun ini, “Tahun lalu kami juara di regional Jawa Timur. Hal itu memacu kami untuk meraih juara di tingkat nasional dan alhamdulillah tercapai pada tahun ini. Meski bukan juara 1, tetap patut disyukuri. Bangga karena kami notabene bukan konsentrasi di teater tetapi hanya minat bakat.” Mewakili timnya, Hilmi berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, “Terima kasih pada pihak kampus yang sudah mendanai secara penuh. Terima kasih alumni Teater Kusuma yang tidak pernah lepas membimbing membimbing adik-adiknya. Terima kasih juga atas dukungan tim produksi baik.” (um/ze)

 

Login dengan Username dan password Siakad Anda