Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Patriot Merah Putih Garda Terdepan Melindungi Bangsa

“Bangsa ini membutuhkan kita, Patriot Merah Putih Untag Surabaya!” tegas Rektor Untag Surabaya, Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. Dengan semakin meningkatnya pasien positif corona di Indonesia, Rektor Untag Surabaya mengajak seluruh sivitas akademika Untag Surabaya utamanya mahasiswa untuk bergerak aktif mencegah penyebaran covid-19. Menurutnya, masyarakat merupakan pemutus rantai penyebaran paling utama dalam menghadapi musibah covid-19 ini. Oleh karenanya ia berpesan, “tetap stay at home dan lakukan physical distancing.”

Memiliki julukan Kampus Merah Putih, Untag Surabaya juga turut andil menjadi garda terdepan dalam melindungi bangsa. Salah satunya dengan mematuhi himbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing dan memberlakukan belajar di rumah bagi mahasiswa. Per tanggal 16 Maret 2020, Untag Surabaya melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa. Kebijakan ini berlaku hingga 16 April mendatang. “Sejak tanggal 16 Maret, Untag Surabaya sedang menggunakan kuliah daring (re: dalam jaringan). Jadi mahasiswa memang harus di rumah, tidak boleh kemana-mana, diharapkan semuanya harus bersabar dulu, kita sama-sama mengoptimalkan yang positif selama pjj ini” tutur Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., saat ditemui diruangannya, Selasa (31/3). Cak Nug, sapaan akrabnya, menyebutkan langkah ini sebagai tindakan cinta tanah air yang dimiliki Patriot Merah Putih, sebutan mahasiswa Untag Surabaya, guna mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. “Sebagai Patriot Merah Putih harus memberikan contoh bagi nusa dan bangsa,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan PJJ, Nugroho menyebutkan pihak kampus memantau dan terus mengevaluasi guna pelaksanaan perkuliahan berjalan secara optimal. Selama melakukan kuliah online, Dosen Untag Surabaya diberi keleluasaan untuk menentukan metode daring yang digunakan. Namun, Untag Surabaya memiliki satu metode atau platform yang umumnya sering digunakan yaitu Sistem akademik (Siakad) dan E-learning Untag Surabaya (Elitag). “Nanti setelah UTS hanya satu metode atau platform yang dipakai yakni Elitag,” papar Nugroho. Penggunaan Elitag diharapkan mampu membantu mahasiswa karena tidak banyak menghabiskan kuota. Elitag sendiri dibuat untuk mengakomodasi perkuliahan daring mahasiswa Untag Surabaya dan dapat diakses pada alamat elitag.untag-sby.ac.id.

Sementara itu, salah satu kesulitan belajar dari rumah adalah keterbatasan kuota internet untuk mengakses pembelajaran online. Dalam hal ini, Untag Surabaya melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta telekomunikasi. “Sementara baru satu provider swasta yang memberikan akses internet gratis, dan sedang diusahakan bisa bekerjasama dengan provider lainnya. Harapannya nanti mahasiswa bisa kuliah daring tanpa bingung mengenai kuota,” ujar Nugroho.

Dalam situasi kegawatdaruratan wabah corona ini, banyak kebijakan lain yang diambil oleh Rektor Untag Surabaya. Salah satunya terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebelumnya dijadwalkan sejumlah 350 mahasiswa melakukan kegiatan KKN pada semester ini. Namun karena melihat situasi yang kurang memungkinkan, Nugroho mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan KKN hingga bulan Januari tahun 2021 mendatang. Nugroho menerangkan, “KKN untuk sementara ini ditunda. Namun untuk 67 mahasiswa yang juga menginput skripsi, kami ganti kegiatan pengabdian masyarakat mereka dengan kegiatan lain”.

Nugroho memahami pelaksanaan pembelajaran jarak jauh terkadang kurang maksimal pada beberapa program studi yang membutuhkan praktik secara langsung. Oleh karenanya ia berharap mahasiswa mampu memahami kondisi negeri saat ini. “Kita sekarang sedang mengalami musibah. Karena ini wabah, jangan berkecil hati. Harus tetap semangat. Semoga corona bisa berlalu sehingga bisa melakukan pembelajaran tatap muka sebagaimana biasanya,” tutupnya. (ua/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda