logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Patriot Mengabdi Untag Surabaya Lestarikan Jejak Peninggalan Panglima Besar Jenderal Sudirman

Setelah proklamasi kemerdekaan, agresi militer masih terus dilakukan oleh Belanda. Tepat 74 tahun sudah serangan satu maret ini berlalu, tetapi nama Panglima besar Jenderal Sudirman akan selalu harum dikenang. Hal ini tidak lepas karena kiprah sosok pahlawan revolusi tersebut yang berhasil memimpin Operasi Gerilya Rakyat Semesta serta menguatkan Indonesia dalam perundingan di serikat PBB.

Selama operasi gerilya inilah beberapa daerah menjadi tempat persinggahan Jenderal Sudirman, salah satunya di Desa Ngindeng Kec. Sawoo Kab Ponorogo. Rumah peninggalan Keluarga Mbah Ginut ini menjadi saksi bisu perjuangan Jenderal Sudirman yang saat ini di lestarikan lebih lanjut oleh Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui program KKN Reguler 2022/2023.

Ketua Pelaksana KKN Reguler Tahun 2022/2023 – Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. mengaku pada pelaksanaan KKN di Kabupaten Ponorogo ini terdapat lima kelompok yang terbagi kedalam lima desa. “Untuk Kab. Ponorogo ada 158 patriot mengabdi yang terlibat. Semuanya dibagi menjadi lima kelompok yang kemudian melakukan KKN di lima desa, yakni Desa Sawoo, Desa Ngindeng, Desa Tumpakpelem, Desa Temon dan Desa Sriti,” ungkap Widi dalam wawancara.

Widi menambahkan berbeda dengan Universitas lainnya, seluruh Patriot Mengabdi Untag Surabaya telah terjun langsung ke lapangan selama 12 hari untuk mengembangkan lima desa tersebut menuju Smart Village. “Berbagai program dilakukan oleh seluruh patriot mengabdi, mulai dari pengembangan UMKM, Pengembangan Desa Pasca Bencana, dan Berbagai inovasi penunjang kesejahteraan desa,  hingga pelestarian situs sejarah yakni Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman. Semua ini dilakukan dalam waktu 12 hari,” tambahnya.

Meski singkat tetapi hal ini tidak serta merta mengurangi kesungguhan Untag Surabaya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian. Widi menuturkan, kegiatan ini di monitoring langsung oleh LPPM Untag Surabaya dengan dihadirkannya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mendampingi Patriot Mengabdi selama pelaksanaan KKN dan tim penilai yang melakukan supervisi KKN pada Kamis (12/1) di Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman. “Meski hanya berlangsung selama dua minggu, namun kegiatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan, sehingga pelaksanaannya menjadi maksimal dan efisien. Selain itu LPPM juga telah membentuk tim penilai guna melakukan supervisi dari hasil kegiatan yang dilakukan,” tutur Widi.

Dari hasil KKN yang dilakukan oleh Patriot Mengabdi Untag Surabaya, Widi berharap berbagai pengembangan ini dapat menarik perhatian wisatawan dan menjadikan desa-desa di Kab. Ponorogo menjadi desa mandiri. “Museum Rumah Singgah Jenderal Sudirman ini merupakan situs sejarah yang kami kembangkan lebih jauh untuk dapat menarik perhatian wisatawan, segala upaya ini dilakukan guna mendorong Desa-desa di Kab. Ponorogo menuju Smart Village dalam mewujudkan Indonesia maju,” harap Dosen Ilmu Komunikasi ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Ngindeng – Bima Sakti Putra, S.Pd. yang memberikan apresiasi serta dukungannya pada kegiatan KKN ini. “Meski hanya  dalam waktu 12 hari tetapi apa yang dilakukan oleh patriot mengabdi ini sudah banyak kami aplikasikan di desa dan sangat membantu kami dalam mewujudkan smart village di lingkungan kami. Selain itu melalui potensi Museum Jenderal Sudirman yang merupakan uri uri budaya, tentunya kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan ke depan,” tandasnya. (am/rz)

 



PDF WORD PPT TXT