logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Pandemi Tak Halangi UKM Paramatags Raih Juara

Prestasi membanggakan kembali diraih Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UKM Paramatags). Meski di masa pandemi, COVID-19, UKM Paramatags membawa medali perak dalam Festival Paduan Suara Ubaya Tahun 2021 pada Selasa, (6/7). Kompetisi paduan suara tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Surabaya. Dalam kompetisi tersebut, UKM Paramatags mengirimkan 28 anggota terbaiknya dengan 16 putri dan 12 putra. “Kami sangat senang dan terharu karena kami merasa perjuangan kami sampai ke titik ini tidak sia-sia,” kata Ketua UKM Paramatags - Yafet Febrian Valentino Tololiu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, (14/7).

Dengan balutan kostum bernuansa merah dan hitam, lagu O Salutaris Hostia dan Senja di Pelabuhan Kecil sukses mengantarkan UKM Paramatags meraih Silver Medal.  Lagu pertama, tutur Yafet menjadi pilihan karena panitia mewajibkan lagu dengan komposisi zaman romantic, “Jadi kami memilih lagu pertama karena keindahan dari harmoni dan nada lagu tersebut karena suasana lagu yang sendu dan isi dari lagu ini menceritakan orang yang sedang berdoa.” Mahasiswa prodi Ilmu Hukum ini menambahkan, “Untuk lagu kedua wajib berupa komposisi sesudah tahun 1950. Kami memilih lagu dengan tempo yang berubah ubah, sehingga lagu kedua ini memiliki kesulitan tersendiri bagi kami.”

Dalam mempersiapkan kompetisi tersebut, sebut Yafet, UKM Paramatags menggelar latihan ekstra, “Biasanya durasi latihan reguler cuma 1,5 sampai 2 jam, tapi untuk lomba ini bisa sampai 3 sampai 4 jam latihan.” Masa pandemi menjadikan UKM Paramatags harus berlatih dengan protokol kesehatan yang ketat. “Kami memilih tempat terbuka atau luas agar bisa physical distancing. Biasanya kami latihan di selasar depan Patung Proklamasi dan terkadang meminjam ruangan yang tersedia di kampus,” terang Yafet. Dirinya bersyukur karena dukungan Untag Surabaya dalam kompetisi tersebut, “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus yang senantiasa mendukung dan memfasilitasi kami selama pra lomba hingga lomba ini berakhir.”

Saat ditanya tentang tantangan yang dihadapi selama berlatih, Yafet menyebutkan, “Lumayan banyak, mulai dari mengatur kedisiplinan teman-teman untuk datang latihan, menjaga mood diri sendiri dan teman-teman pada saat latihan hingga menyamakan suara dengan yang lain. Belum lagi nanti ada perdebatan perdebatan kecil selama persiapan lomba.” Meski demikian, semua dapat teratasi dengan baik dan menurut Yafet menjadi momen yang patut dikenang oleh UKM Paramatags. Pelatih, kata mahasiswa semester 4 ini, memiliki peranan penting, “Kami bersyukur juga karena selama latihan, kami dibimbing oleh pelatih kami yaitu Bayu Werdiyanto dan didukung keluarga besar Paramatags lainnya.”

Ke depan, UKM Paramatags akan terus berkompetisi. “Semoga UKM Paramatags mampu meraih gold medal atau prestasi di ajang tingkat nasional berikutnya kalau bisa juga pada ajang internasional,” harap Yafet. “Dalam waktu dekat, kami mempersiapkan rencana untuk penerimaan anggota baru bagi mahasiswa baru,” sebutnya. Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi, mahasiswa kelahiran Surabaya ini berpesan pada mahasiswa lainnya, “Pesan saya adalah cintailah apa yang kamu kerjakan sampai kamu lupa bahwa kamu sedang mengerjakanya, karena apapun usaha yang kamu kerjakan tidak akan ada yang sia-sia.” (um)



PDF WORD PPT TXT