Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Pameran Lukisan IWPI Jatim Resmi Ditutup

Pameran Lukisan Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jatim, pada Kamis (17/12) lalu resmi ditutup. Kegiatan yang terlaksana di atrium Graha Prof. Roeslan Abdulgani tersebut berlangsung selama 5 hari dengan diisi kegiatan-kegiatan positif lainnya. Mulai melukis on the spot dengan water color, melukis masker hingga workshop melukis. “Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Untag Surabaya yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk kami bisa menyelenggarakan kegiatan di tempat yang sungguh luar biasa ini,” tutur ketua IWPI Jatim, Esti S Ardian.

Dalam sambutannya, Rektor Untag Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., mengaku bangga bisa bekerjasama dengan IWPI Jatim dalam pelaksanaan pameran lukisan bertema “Beautiful Colors of Life” tersebut. “Saya turut bangga atas kegiatan ini,” ungkapnya. Ia juga terbuka dengan komunitas IWPI Jatim apabila akan melakukan pameran kembali di Untag Surabaya, “mudah-mudahan perkuliahan segera normal kembali sehingga mahasiswa kami yang berjumlah hampir 12ribu bisa menikmati lukisan karya Ibu-Ibu IWPI Jatim. Alangkah ramainya.”

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pengurus Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya-J. Subekti, SH., MH. “Perguruan Tinggi disamping untuk mempertinggi ilmu dan teknologi juga punya kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi termasuk didalamnya adalah budaya. Salah satunya dengan mengekspresikan semua seni dan hasil kesenian di Kampus Merah Putih,” paparnya. Disampaikan oleh Subekti, YPTA Surabaya turut terbuka dengan kemungkinan kerjasama lainnya dengan IWPI Jatim.

Pameran Lukisan yang terlaksana sejak 12 Desember ini memamerkan 74 lukisan karya 50 wanita pelukis anggota IWPI dari berbagai latar belakang maupun profesi, salah satunya adalah Kimberly A. Harefa. Pada kegiatan penutupan kemarin, mahasiswi berusia 24 tahun ini turut memeriahkan pameran. Kimberly, sapaan akrabnya, merupakan seorang penyandang tuna daksa. Ia mengatakan, dirinya mulai belajar melukis menggunakan mulut sejak kecil. “Saya memang menyukai seni lukis sejak kecil, sempat ikut lomba juga les,” tuturnya.

Pada pameran kali ini, Kimberly membuat lukisan Dali Mask. “Ini baru pertama kali saya menggambar topeng seperti ini karena memang bukan aliran saya, biasanya saya naturalis. Lukisan ini kemarin ada yang minta digambarin jadi saya coba buatkan sambal belajar juga,” ungkapnya. Kimberly membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya dalam dunia seni, khususnya seni lukis. Meski ini merupakan kali pertama ia mengikuti pameran lukisan IWPI, Kimberly mengaku senang bisa berpartisipasi. “Pameran berikutnya saya akan berpartisipasi lagi,” katanya dengan senyum. (ua)

 

Login dengan Username dan password Siakad Anda