logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Orisinalitas Ide Menjadi Kunci Tim Telangin Lolos Bantuan P2MW 2024

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya menuangkan ide-ide kreatifnya melalui program-program besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.  Salah satunya adalah melalui proposal berjudul ‘TELANGIN: Inovasi Body Scrub Berbahan Dasar Bunga Telang’ yang diajukan oleh empat mahasiswa dari berbagai Program Studi (Prodi) di Untag Surabaya. Tim ini berhasil lolos sebagai penerima bantuan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Keempat mahasiswa tersebut adalah Meizola Leviana dari Prodi Psikologi, Dwi Hendra Rosli dari Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, serta Devi Nadia Agustina dan Linda Afifah dari Prodi Akuntansi. Dengan Dosen Pembimbing yang berasal dari Fakultas Psikologi – Isrida Yul Arifiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Meizola menjelaskan bahwa pemilihan bunga telang sebagai bahan dasar body scrub didasarkan pada banyaknya manfaat yang dimiliki oleh bunga telang untuk kulit manusia, seperti antioksidan, anti inflamasi, serta kandungan vitamin A, C, dan E. "Kondisi cuaca yang panas di Indonesia saat ini dapat berdampak pada kondisi kulit kita. Khasiat bunga telang ini dapat menjadi solusi bagi yang memiliki kulit kering atau bermasalah," ungkap ketua tim ini.

Meizola juga memberikan pesan kepada mahasiswa Untag Surabaya agar termotivasi untuk berpartisipasi dalam menghasilkan prestasi dan mengangkat nama almamater mereka. "Semoga dengan banyaknya prestasi yang diraih mahasiswa Untag Surabaya, kita semua terus termotivasi untuk mengikuti berbagai lomba. Selain itu, semoga kita semua bisa selalu peduli terhadap lingkungan sekitar dan bisa membuat Untag Surabaya semakin membanggakan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Isrida sebagai dosen pembimbing mengungkapkan bahwa keorisinalan ide menjadi faktor utama kelompok yang dibimbingnya berhasil lolos mendapatkan bantuan dari P2MW. "Salah satu hal yang membuat mereka lolos adalah keorisinalan ide mereka. Mereka telah melakukan telaah menyeluruh terhadap kondisi dan situasi terkini terkait fenomena yang mereka teliti, terutama yang berhubungan dengan kategori manufaktur dan teknologi terapan. Sebelum mereka mengemukakan inovasi mereka, mereka telah melakukan telaah yang mendalam," paparnya. (wf/oy/rz)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?