logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Organ Tubuh sebagai Objek Wasiat, Mungkinkah?

Sebagai makhluk sosial yang seringkali membutuhkan bantuan dari bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupunya. Sebagian dari sejumlah manusia yang juga menginginkan organ tubuhnya dapat bermanfaat untuk orang lain. Namun sayangnya, sebagai negara hukum, hukum perdata pengaturan wasiat dan objek wasiat belum terlalu spesifik pada objek lain selain harta benda. Ahmad Januar Zamit, mahasiswa Ilmu Hukum Untag Surabaya melakukan penelitian bertajuk ‘Penggunaan Organ Tubuh sebagai Objek Wasiat Ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan’ yang kemudian meraih predikat Skripsi Menarik.

Menurut calon wisudawan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini, organ tubuh dapat dijadikan wasiat karena kekuatan hukum wasiat bersifat mutlak, “Selain itu lebih mudah untuk ditujukan atau diterimanya organ tubuh sebagaimana isi dari wasiat yang dibuat oleh pewasiat tersebut. Dan definisi ini berbeda tipis dengan donor karena wasiat telah ditentukan untuk siapa objek wasiatnya.” Organ tubuh, sebut Januar, merupakan benda tidak bergerak dan bersifat privat, “Karena secara medis (organ) dapat dipindahkan kepemilikannya meski tidak dapat diperjualbelikan.”

Diterangkan oleh Januar, “Pengambilan ataupun pemindahan organ tubuh tersebut hanya dapat dilakukan setelah pewaris meninggal dunia, sehingga organ tubuh dapat dikatakan sebagai suatu kebendaan dan dapat dijadikan sebagai objek wasiat.” Dia menyebutkan bahwa Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan efektif dalam praktik medis meskipun perlu penjelasan lebih terkait waris, “Organ tubuh sebagai objek warisan perlu menjadi salah satu delik dalam aturan kesehatan yang menjadi payung hukum terhadap peristiwa transplantasi organ melalui eksekusi hasil wasiat objek organ tubuh yang diberikan kepada ahli waris.”

Anak pertama dari dua bersaudara itu mengungkapkan hasil penelitiannya berdasar Pasal 499 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, “organ tubuh yang tidak dapat di perjualbelikan maka dapat dikatakan sebagai benda tidak bergerak.” Mengacu pada Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dia melanjutkan, “Dalam pemilihan organ tubuh sebagai objek wasiat dapat dilakukan sebagaimana yang disebut dalam wasiat yang merupakan bukti persetujuan atas pemberian organ tubuh sebagai objek wasiat kepada ahli waris dengan mempertimbangkan tujuan kemanusiaan”

Januar akan dikukuhkan sebagai Sarjana Hukum pada Wisuda Semester Genap 2020/2021 Untag Surabaya yang akan digelar secara daring pada 25 September mendatang bersama 1.277 wisudawan lainnya. Mantan Kepala Bidang Komunikasi Informasi BEM Fakutas Hukum ini berharap, “Semoga hasil penelitian ini dapat membantu orang-orang apabila bingung soal bagaimana menggunakan organ tubuh sebagai objek wasiat dan menambah penjelasan dalam undang-undang agar tidak menimbulkan kebingungan.”



PDF WORD PPT TXT